Angkasa Pura Lepas Bandara Dhoho, Surya Dhoho Kelola Penuh

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 30 September 2026 | 08:05:31 WIB
Pengakhiran kerja sama operasi Bandara Dhoho Kediri diteken pada 31 Agustus 2026.

PAPUA — PT Angkasa Pura Indonesia resmi mengakhiri kerja sama operasi Bandara Dhoho Kediri dengan PT Surya Dhoho Investama melalui perjanjian pengakhiran yang diteken 31 Agustus 2026. Sejak itu, bandara di Jawa Timur tersebut dikelola penuh oleh Surya Dhoho Investama, anak usaha PT Gudang Garam Tbk. Peralihan ini menandai berakhirnya skema KSO yang berjalan sejak bandara beroperasi, sekaligus membuka jalan bagi Surya Dhoho mengurus sertifikasi bandara internasional secara mandiri.

Paragraf pembuka: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan pengakhiran KSO tidak berarti Bandara Dhoho Kediri berhenti beroperasi. Regulator memastikan bandara tetap menjadi bagian dari sistem transportasi udara nasional, hanya mekanisme pengelolaannya yang berpindah tangan sepenuhnya ke Surya Dhoho Investama.

Kepastian itu tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 TAHUN 2026 tanggal 25 September 2026 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan pengakhiran perjanjian dilakukan atas dasar kesepakatan kedua pihak.

"Pengakhiran Perjanjian Kerja Sama Operasi antara PT Surya Dhoho Investama dengan PT Angkasa Pura Indonesia disepakati untuk diakhiri berdasarkan itikad baik kedua belah pihak," kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Apa Isi Perjanjian Pengakhiran KSO

Perjanjian pengakhiran yang diteken 31 Agustus 2026 mengatur sejumlah hal teknis. Mulai dari penyelesaian hak dan kewajiban para pihak, pelaksanaan masa transisi, penyerahan dokumen dan aset, hingga peralihan tanggung jawab operasional bandara.

Tahapan transisi mencakup penyelesaian kewajiban, serah terima dokumen dan informasi operasional, pemenuhan persyaratan sertifikasi, serta pengalihan tanggung jawab pengelolaan kepada Surya Dhoho Investama sesuai ketentuan yang berlaku.

Aspek kesiapan personel dan organisasi juga masuk dalam perhatian transisi. Termasuk fasilitas dan peralatan, Safety Management System (SMS), Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), Aerodrome Manual, standar pelayanan jasa kebandarudaraan, serta sistem pelaporan dan pengawasan operasional.

Sertifikasi Bandara Internasional Jadi PR Berikutnya

Surya Dhoho Investama tidak hanya mengambil alih operasional harian. Perusahaan telah menyampaikan permohonan penerbitan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara (SS BUBU) kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Permohonan rekomendasi penerbitan Sertifikat Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri juga sudah diajukan. Dokumen pendukungnya meliputi Aerodrome Manual, Airport Security Programme, dan Standar Pelayanan Jasa Kebandarudaraan.

Pemenuhan syarat sertifikasi menjadi kunci bagi Surya Dhoho untuk bisa mengelola dan menyelenggarakan pelayanan jasa kebandarudaraan secara penuh. Tanpa sertifikat itu, status bandara internasional yang diusulkan belum bisa berjalan.

Jaminan Regulator untuk Penumpang Dhoho

Lukman menegaskan Ditjen Hubud selaku regulator sekaligus Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) akan mengawal proses transisi agar berjalan lancar dan terkoordinasi. Pihaknya berjanji memastikan seluruh tahapan sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa pengakhiran KSO antara PT Surya Dhoho Investama dan PT Angkasa Pura Indonesia bukan berarti Bandar Udara Dhoho Kediri ditutup atau dihentikan operasionalnya. Yang berakhir adalah mekanisme kerja sama operasionalnya," tegas Lukman.

Bagi penumpang dan maskapai yang memakai Bandara Dhoho, peralihan ini tidak mengubah jadwal penerbangan yang sudah berjalan. Yang berubah adalah pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas dan pelayanan di lapangan.

Bandara Dhoho Kediri sendiri dibangun sebagai proyek strategis nasional dan sempat menjadi simbol masuknya investasi swasta di sektor kebandarudaraan. Kini, dengan pengelolaan tunggal oleh Surya Dhoho Investama, bandara itu menjadi uji nyata kesiapan badan usaha swasta mengelola infrastruktur penerbangan berstandar nasional.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top