MIMIKA — Kepala Kelurahan Kamoro Jaya, Musdalifah, menyatakan Kios Sampah mulai beroperasi pada April 2026 setelah peluncuran program Bank Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemerintah kelurahan menyiapkan lahan dan fasilitas pendukung agar layanan ini bisa berjalan rutin.
Pengumpulan sampah dilakukan melalui aplikasi Kios Sampah. Sistemnya fleksibel: warga boleh datang sendiri membawa sampah ke kios, atau meminta petugas menjemput dengan mobil pikap.
Kios Sampah menerima berbagai jenis material yang masih punya nilai ekonomi. Kategori kertas meliputi kardus, buku bekas, dan koran. Sampah logam mencakup kaleng aluminium, kaleng besi, dan kaleng susu.
Untuk plastik keras, petugas menerima tutup botol, botol oli, baskom, dan jeriken. Plastik polyethylene terephthalate (PET) berwarna bening, biru, hijau, dan putih juga diterima, termasuk material kotor sesuai ketentuan penerimaan.
Sampah yang terkumpul kemudian disalurkan ke Bank Sampah di kawasan Pohon Jomblo yang menjadi mitra kerja sama dengan DLH.
Musdalifah menjelaskan, harga sampah tidak seragam. Botol plastik yang masih memiliki label dan tutup memiliki nilai berbeda dibandingkan botol tanpa label dan tutup.
"Untuk jenis plastik seperti botol, masing-masing memiliki harga yang berbeda. Harga botol yang masih memiliki label dan tutup akan berbeda dengan yang sudah tanpa label dan tutup. Intinya, semua sampah memiliki nilai ekonomi," ujar Musdalifah saat ditemui di Kantor Kelurahan Kamoro Jaya, Timika, Senin (12/10/2026).
Hasil penjualan sampah bisa ditukar dengan kebutuhan rumah tangga. Warga dapat memilih sembako seperti beras merek Dua Hati kemasan lima kilogram, teh, kecap, gula premium satu kilogram, dan sabun cuci.
Selain sembako, hasil penjualan tersedia dalam bentuk uang digital atau dompet elektronik (e-wallet). Nilai sampah yang terkumpul juga bisa dimanfaatkan untuk membayar tagihan listrik sesuai mekanisme layanan yang tersedia.
Musdalifah mengakui partisipasi masyarakat dalam program tersebut belum merata di seluruh wilayah Kamoro Jaya. Pihak kelurahan terus menyosialisasikan mekanisme layanan, jenis sampah yang dapat disetorkan, serta pilihan penukaran kepada warga di 57 RT.
Pengurus RT maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dapat berkoordinasi dengan petugas kelurahan.
"Sampah sekarang sudah memiliki harga. Tinggal bagaimana respons dari masyarakat. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar seluruh lapisan masyarakat memahami dan memanfaatkan program ini," pungkas Musdalifah.
Melalui sosialisasi berkelanjutan, Kelurahan Kamoro Jaya berharap semakin banyak warga memilah sampah sebelum menyerahkannya ke Kios Sampah. Upaya ini diharapkan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi rumah tangga dan mendukung pengurangan sampah di Kabupaten Mimika.