BRI Borong 4 Penghargaan, Laba Rp31,2 Triliun Jadi Bukti

Penulis: Sofyan Basri  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:05:32 WIB
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menerima penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).

PAPUA — BRI meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026 di Jakarta, Kamis (22/10), berkat kinerja keuangan dan inklusi UMKM yang dinilai "Sangat Bagus". Penghargaan datang setelah laba bersih bank pelat merah ini tumbuh 17,5 persen menjadi Rp31,2 triliun pada semester I 2026.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menerima langsung penghargaan tersebut di Hotel Shangri-La, Jakarta. Ajang ini digelar The Finance, bagian dari Infobank Media Group, dengan penilaian berbasis laporan keuangan tiga periode terakhir setiap lembaga keuangan.

Dua penghargaan utama yang diraih adalah The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 untuk kategori bank beraset Rp500 triliun ke atas dengan predikat "Sangat Bagus". Dua lainnya bersifat khusus: The Finance Special Award 2026 untuk The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing.

Laba Tumbuh 17,5 Persen di Tengah Tekanan Global

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai pengakuan itu menunjukkan kemampuan perseroan menjaga fundamental bisnis saat ekonomi global bergejolak. Laba bersih BRI pada semester I 2026 tercatat Rp31,2 triliun, naik 17,5 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Angka itu mencerminkan profitabilitas yang tetap terjaga di tengah proses transformasi bisnis. "Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah," ujar Hery dalam keterangan resmi.

Dari sisi intermediasi, BRI menyalurkan kredit Rp1.645,5 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 16,2 persen secara tahunan. Segmen UMKM menjadi penopang utama dengan kredit Rp1.235,4 triliun atau naik 8,6 persen.

Holding Ultra Mikro Layani 33,8 Juta Nasabah Pinjaman

Peran BRI dalam inklusi keuangan terlihat dari skala Holding Ultra Mikro. Ekosistem ini melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan hingga Juni 2026.

Sebanyak 2,3 juta debitur tercatat naik kelas ke segmen usaha yang lebih tinggi. Integrasi layanan keuangan dan pemberdayaan membuka akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya sulit menyentuh bank.

Di luar pembiayaan, BRI menjalankan sejumlah program pemberdayaan. Desa BRILiaN menjangkau lebih dari 5.700 desa, Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha, linkumkm by BRI menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, dan Rumah BUMN diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha.

UMKM sebagai Fondasi, Bukan Sekadar Bisnis

Hery menegaskan peran BRI tidak berhenti sebagai perantara keuangan. Menurutnya, perseroan juga berposisi sebagai enabler yang mendampingi pelaku usaha sejak tahap awal hingga mampu bersaing.

"UMKM tidak hanya menjadi core business Perseroan, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Hery. Ia menambahkan pertumbuhan BRI ingin dijalankan beriringan dengan kemajuan UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Bagi investor, raihan ini memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia yang tetap mencetak pertumbuhan dua digit. Bagi pelaku usaha kecil, sinyalnya lebih konkret: akses pembiayaan formal semakin terbuka lewat jaringan ultra mikro yang sudah menjangkau puluhan juta nasabah.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top