Pencarian

Gubernur West New Britain Soroti Maraknya Perampokan Bersenjata di Kimbe Usai 12 Perampok Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 • 13:02:01 WIB
Gubernur West New Britain Soroti Maraknya Perampokan Bersenjata di Kimbe Usai 12 Perampok Tewas Ditembak Polisi
Gubernur West New Britain menyoroti maraknya perampokan bersenjata di Kimbe setelah 12 pelaku tewas ditembak polisi.

JAYAPURA — Kematian 12 pria bersenjata dalam baku tembak dengan polisi di Kimbe membuka kembali persoalan lama keamanan di Provinsi West New Britain, Papua Nugini. Gubernur Sasindran Muthuvel mengatakan masyarakat setempat sudah lama dibuat frustrasi oleh perampokan bersenjata dan kejahatan kekerasan yang berulang.

Insiden bermula saat kelompok tersebut merampok sebuah toko di Kimbe. Ketika mencoba melarikan diri, kendaraan mereka terguling. Sejumlah penumpang tewas dalam kecelakaan itu, sementara mereka yang selamat mengeluarkan senjata dan menembaki polisi.

Polisi Sebut 12 Pelaku Tewas, Satu Pimpinan Kelompok Ditahan

Komisaris Polisi David Manning menyatakan aparat bertindak sesuai prosedur ketika seorang penjahat mengacungkan senjata. Menurutnya, 12 pria bersenjata tewas dalam insiden tersebut, sedangkan satu orang yang diyakini pemimpin kelompok selamat dan kini berada dalam tahanan polisi.

"Perintah tetap kepolisian dan hukum sudah jelas – ketika seorang penjahat mengacungkan senjata, mereka akan dihentikan," kata Manning dalam sebuah pernyataan.

Muthuvel menyebut keberadaan Regu Polisi Mobile di lokasi menjadi faktor yang mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Menurutnya, regu tersebut sedang menangani insiden lain ketika perampokan terjadi.

Warga Disebut Kerap Melawan Sendiri karena Frustrasi

Gubernur mengungkap bahwa sejumlah warga telah menyerang perampok bersenjata dalam insiden terpisah. Tindakan itu, katanya, mencerminkan frustrasi masyarakat terhadap aktivitas kelompok kriminal yang terus berulang.

Muthuvel menjelaskan pola perampokan yang kerap menimpa angkutan umum atau PMV. Kendaraan itu mudah dihentikan karena harus melaju pelan untuk menghindari banyak lubang di jalan lokal.

"Ketika [PMV] melambat, mereka menghentikan kendaraan tersebut. Mereka menyuruh semua wanita keluar. Mereka mengambil, mencuri semua barang-barang mereka, mengambil uang mereka, dan semua hal lainnya," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pelaku sering melakukan kekerasan fisik terhadap anak-anak. "Seringkali, orang-orang yang tidak bersalah diserang, bisnis dirampok," kata Muthuvel.

Dukungan agar Kelompok Kriminal Dikategorikan Teroris

Muthuvel menyatakan dukungan atas seruan di parlemen oleh Gubernur Provinsi Oro, Gary Juffa, agar kelompok kriminal resmi dikategorikan sebagai teroris. Menurutnya, tanpa pengendalian, wilayah lain bisa mengalami situasi serupa dengan yang terjadi di Popondetta.

Menteri Kepolisian PNG, John Pundari, memuji intervensi cepat polisi dalam perampokan di Kimbe dan insiden lainnya. Ia mencatat dua perampokan bersenjata terjadi dalam empat hari terakhir.

"Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa polisi akan bertindak tegas untuk menyita senjata api dari mereka yang memilih untuk menggunakan senjata api ilegal," kata Pundari.

Ia juga mendorong warga memanfaatkan program amnesti senjata api untuk menyerahkan senjata ilegal tanpa takut dituntut. Program itu disebutnya memberi kesempatan jelas bagi masyarakat yang masih menyimpan senjata rakitan.

Catatan Jubi selama kunjungan ke PNG sejak 2002, 2018, dan 2023 menunjukkan kekerasan dan perampokan tak pernah surut, dari Vanimo, Wewak, Madang, Lae, hingga Port Moresby. Wisatawan yang berkunjung ke negara itu selalu diingatkan agar tidak berbelanja di pasar tradisional dan tidak keluar pada malam hari.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks