Pencarian

Rektor Universitas Jayapura Minta 90 Lulusan Kesehatan Mengabdi di Wilayah Pedalaman Papua

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:25:05 WIB
Rektor Universitas Jayapura Minta 90 Lulusan Kesehatan Mengabdi di Wilayah Pedalaman Papua
Rektor Universitas Jayapura meminta 90 lulusan kesehatan untuk mengabdi di wilayah pedalaman Papua.

SENTANI — Universitas Jayapura resmi melepas 90 lulusan perdana mereka dalam prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (9/5/2026). Para lulusan tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, mulai dari Program Studi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, hingga pendidikan profesi untuk Bidan dan Ners.

Dalam arahannya, Rektor Universitas Jayapura Bernardikus Patrick Daundi menekankan pentingnya pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Bumi Cendrawasih. Ia mengimbau para lulusan untuk berani mengambil tantangan dengan melayani masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, bukan sekadar mencari peruntungan di pusat kota.

“Harapan kami ilmu yang mereka dapat bisa dikembangkan lebih kepada arah pelayanan. Kami berharap mereka juga bisa kembali ke masyarakat mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat. Jangan selalu terkumpul di kota,” ujar Bernardikus saat ditemui di sela kegiatan wisuda.

Peluang Kerja di Papua Pegunungan dan Perkampungan Lebih Terbuka

Fenomena penumpukan tenaga kesehatan di wilayah perkotaan Jayapura menjadi perhatian serius pihak kampus. Menurut Bernardikus, jumlah tenaga medis di kota sudah sangat mencukupi, bahkan cenderung jenuh hingga memicu angka pengangguran di sektor kesehatan perkotaan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kebutuhan di wilayah pelosok. Ia menyebutkan bahwa daerah-daerah seperti Papua Pegunungan atau wilayah perkampungan di Kabupaten Jayapura masih sangat membutuhkan sentuhan tenaga profesional medis.

“Mereka juga mau membantu masyarakat, saudara-saudara di pedalaman, karena di pedalaman ini mereka lebih dibutuhkan. Kalau mereka pergi ke Papua Pegunungan atau Kabupaten Jayapura yang sedikit ke arah perkampungan, peluang kerjanya lebih besar,” tegasnya.

Transformasi Perdana dari STIKES Menjadi Universitas Jayapura

Momen wisuda kali ini memiliki nilai sejarah tersendiri bagi institusi tersebut. Ini merupakan kali pertama kampus menggelar wisuda dengan status universitas setelah resmi bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) pada 12 Desember 2024 lalu.

Perjalanan institusi ini dimulai sejak 2009 dengan kampus pertama di kawasan Caravan, sebelum akhirnya berpindah ke Jalan Yomake, Tabita, pada 2017. Selama menyandang status sekolah tinggi, institusi ini tercatat telah melahirkan lulusan melalui 12 kali prosesi wisuda sejak tahun 2012.

“Dulu kami STIKES, berdiri 2009. Status sekolah tinggi kesehatan itu sampai 2024. Jadi sekarang kami statusnya universitas. Sebagai universitas, kita baru satu kali ini menggelar wisuda,” jelas Bernardikus menambahkan.

Mendorong Sinergi Tenaga Kontrak dengan Pemerintah Daerah

Guna memastikan para lulusan terserap dengan baik, pihak universitas mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah. Bernardikus berharap pemerintah dapat memberikan informasi transparan mengenai kebutuhan tenaga kontrak di berbagai daerah di Papua.

Selama ini, Universitas Jayapura telah menjalankan program pengabdian masyarakat secara mandiri melalui skema Tridharma Perguruan Tinggi. Namun, keterlibatan aktif dalam program pemerintah dinilai akan memberikan dampak yang lebih masif dan terukur bagi pelayanan kesehatan warga lokal.

“Kami berharap juga dilibatkan dalam beberapa program daerah. Kalau bekerja sama dengan pemerintah mungkin lebih baik karena mereka punya tenaga-tenaga yang biasa turun ke lapangan. Jika pemerintah daerah butuh buah pikiran, kami siap memberikan dari sudut pandang akademisi,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: beritapapua.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks