Pencarian

Harga Plastik dan LPG di Mimika Naik 30-70 Persen, Disperindag Sebut Impor Terganggu

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:33:54 WIB
Harga Plastik dan LPG di Mimika Naik 30-70 Persen, Disperindag Sebut Impor Terganggu
Harga plastik dan LPG di Mimika naik 30-70 persen akibat gangguan impor dan distribusi.

TIMIKA — Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya ketergantungan bahan baku plastik pada impor dari luar negeri. Sebagian besar pasokan masuk melalui Surabaya yang kemudian didistribusikan ke seluruh Indonesia, termasuk ke Timika.

“Surabaya sendiri banyak impor dari Cina. Dengan naiknya harga plastik otomatis berpengaruh terhadap harga plastik di Timika,” ujar Sabelina saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (11/5/2026).

Kenaikan Harga Merata, dari Galon hingga Kantong Plastik

Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kantong plastik, tetapi juga merambah ke produk turunan seperti air minum kemasan. Kenaikan berkisar antara 30 hingga 70 persen dibandingkan harga sebelumnya. Kondisi ini langsung dirasakan pedagang dan konsumen di Pasar Sentral Mimika.

“Sudah pasti ada kenaikan, antara 30 sampai 70 persen. Itu juga berdampak kepada air minum kemasan yang sekarang sudah naik,” jelasnya.

Disperindag mulai mendorong masyarakat beralih ke bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti paper bag, paper cup, dan paper bowl, untuk mengurangi ketergantungan pada plastik impor.

LPG Sempat Langka, Pasokan Dipastikan Normal Setelah 20 Mei

Selain plastik, distribusi LPG di sejumlah titik di Timika juga sempat terganggu. Sabelina menjelaskan, kelangkaan terjadi akibat keterbatasan kuota distribusi dan keterlambatan kapal pengangkut dari agen distribusi. Pasokan diperkirakan kembali normal setelah 20 Mei 2026.

“Nanti tanggal 20 ke atas diharapkan sudah kembali normal karena kuota kita kembali menjadi tujuh metrik ton per minggu,” katanya.

Beberapa kapal pengangkut dijadwalkan segera masuk ke Mimika, sehingga stok LPG di pangkalan dan toko perlahan mulai terisi kembali.

Biaya Angkut Kapal Naik 10-12 Persen, Tekan Harga Barang Pokok

Faktor lain yang memperparah lonjakan harga adalah kenaikan biaya pengiriman barang dari Makassar dan Surabaya menuju Timika. Biaya pengangkutan kapal naik dari sekitar Rp3,5 juta menjadi Rp3,9 juta, atau meningkat 10 hingga 12 persen.

“Karena ada kenaikan biaya pengangkutan kapal, itu juga mempengaruhi harga barang,” ujar Sabelina.

Disperindag mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan energi dan barang kebutuhan pokok di tengah kondisi distribusi global yang belum stabil. Pemerintah Kabupaten Mimika berharap distribusi segera pulih agar aktivitas perdagangan berjalan normal dan harga kembali terjangkau.

Keamanan Pasar Sentral Disorot, Pencurian Masih Terjadi

Di sisi lain, Sabelina juga menyoroti kondisi keamanan di Pasar Sentral Mimika yang masih rawan pencurian. Meski 20 petugas dan security telah berjaga secara bergantian, luasnya area pasar dan banyaknya akses pintu masuk membuat pengawasan belum maksimal.

“Pasar kita terlalu luas dan ada beberapa pintu masuk yang sulit dikontrol,” katanya.

Ke depan, Disperindag berencana melakukan penataan ulang kawasan Pasar Sentral agar sistem keamanan lebih tertib dan akses keluar masuk masyarakat bisa diawasi lebih baik. Aktivitas perdagangan di pasar tetap ramai meski sejumlah harga barang mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Bagikan
Sumber: antarpapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks