PAPUA — Konfirmasi kehadiran Xpeng L03 di GIIAS 2026 disampaikan langsung oleh CEO XPENG Indonesia Iki Wibowo. "GIIAS (2026) sudah ada sih (mobil baru). Minimal satu (model)," ujarnya di Bogor beberapa waktu lalu. Tenaga penjual Xpeng di Jakarta juga mengungkapkan bahwa L03 baru akan dipamerkan di ajang tersebut, bukan diluncurkan. "Untuk launching belum ada update, tapi estimasi Oktober untuk informasinya. Di GIIAS hanya dipamerkan saja," katanya kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Dua Varian Baterai, Satu Opsi AWD dari Pasar Eropa
Mengacu data global, Xpeng L03 dibekali lima varian: empat Battery Electric Vehicle (BEV) dan satu Extended Range Electric Vehicle (EREV). Varian terbawah, RWD Standard Range, menggunakan baterai LFP 58,3 kWh dengan jarak tempuh 445 km (WLTP) dan motor belakang 180 kW (241 hp). Di atasnya, RWD Long Range menggendong baterai LFP 71,2 kWh yang mampu menempuh 520 km (WLTP).
Kejutan datang dari varian AWD Performance. Di China, L03 hanya tersedia dengan penggerak roda belakang, tapi versi Eropa sudah mengadopsi sistem dual motor all-wheel drive. Sayangnya, belum ada konfirmasi apakah varian ini akan dibawa ke Indonesia.
Navigasi AI dengan Dual Chip Turing untuk Fitur NOA
Xpeng L03 mengandalkan sistem Advanced Intelligent Driving berbasis Google Maps Auto Software Development Kit (SDK). Sistem ini didukung dua chip Turing AI yang memungkinkan fitur Navigate On Autopilot (NOA) dari titik keberangkatan hingga tujuan (address-to-address). Teknologi ini menjadi salah satu nilai jual utama di pasar global.
Dimensi dan Posisi Pasar di Segmen Kompak
Dengan panjang sekitar 4,6 meter, Xpeng L03 masuk segmen SUV kompak yang belakangan ramai diisi pemain baru. Di Indonesia, mobil ini akan bersaing langsung dengan BYD Atto 2 dan Leapmotor B10 yang sudah lebih dulu beredar. Jika benar dipamerkan di GIIAS 2026, L03 akan menjadi model ketiga Xpeng di Indonesia setelah G6 dan X9.
Belum ada kepastian harga untuk pasar Indonesia. Sebagai perbandingan, di China Mona L03 dibanderol mulai 123.800 yuan atau sekitar Rp320 juta, sementara di Eropa harganya lebih dari dua kali lipat. Keputusan akhir soal varian dan harga kemungkinan baru akan diumumkan menjelang atau setelah GIIAS 2026.