Pencarian

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik per 16 Mei 2026, Ini Daftar Terbaru dari Pertamina hingga Vivo

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:45:27 WIB
Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik per 16 Mei 2026, Ini Daftar Terbaru dari Pertamina hingga Vivo
Harga Pertamax Turbo dan Dexlite naik mulai 16 Mei 2026 di wilayah Jakarta.

PAPUA — Memasuki pertengahan Mei 2026, harga BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU kembali bergerak naik. PT Pertamina (Persero) memimpin penyesuaian dengan menaikkan harga tiga produk unggulannya di wilayah Jakarta.

Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp500 menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Kenaikan lebih signifikan terjadi pada Dexlite (CN 51) yang melonjak Rp2.400 menjadi Rp26.000 per liter. Adapun Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp27.900 per liter, naik Rp4.000 dari harga sebelumnya Rp23.900 per liter.

Meski begitu, Pertamina tidak mengubah harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). Dua produk bersubsidi—Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi—juga masih bertahan di harga lama.

BP-AKR dan Vivo Kompak Naikkan Harga Solar

Langkah serupa diambil oleh SPBU swasta. BP-AKR menaikkan harga BP Ultimate Diesel (CN 53) secara signifikan menjadi Rp30.890 per liter, dari sebelumnya Rp25.560 per liter pada pertengahan April 2026. Kenaikan ini hanya berlaku untuk produk diesel; sementara BP Ultimate (bensin) masih Rp12.930 per liter dan BP 92 di Rp12.390 per liter.

Di SPBU Vivo, produk Diesel Primus (CN 51) melonjak drastis menjadi Rp30.890 per liter, dari sebelumnya Rp14.610 per liter. Adapun harga bensin Revvo 92 (RON 92) dan Revvo 95 (RON 95) masing-masing masih Rp12.390 per liter dan Rp12.930 per liter.

Mengapa Harga Diesel Melonjak Tajam?

Kenaikan harga solar nonsubsidi yang mencapai lebih dari Rp4.000 per liter dalam sebulan terakhir tidak lepas dari fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Bahan baku solar impor yang digunakan untuk produk nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.

Di sisi lain, harga BBM bensin nonsubsidi cenderung lebih stabil karena pasokan dalam negeri masih cukup. Kondisi ini membuat selisih harga antara bensin dan diesel nonsubsidi semakin melebar, terutama di SPBU swasta yang sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian.

Hingga berita ini diturunkan, Pertamina, BP-AKR, maupun Vivo belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan penyesuaian harga lebih lanjut dalam waktu dekat. Konsumen pun disarankan memantau harga di aplikasi masing-masing operator sebelum mengisi bahan bakar.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks