PAPUA — Pendeta Anton, seorang tokoh agama di Papua, memberikan pernyataan tegas terkait peristiwa penembakan yang menimpa putrinya. Ia menyatakan bahwa prajurit TNI sama sekali tidak terlibat dalam kejadian tersebut.
Klarifikasi di Tengah Emosi
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Anton sempat terlihat emosional saat menyampaikan klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang mengarah ke institusi TNI adalah tidak benar dan meminta publik tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
"Saya tegaskan, TNI tidak terlibat. Jangan ada yang menyebarkan fitnah," ujarnya dengan nada tinggi, mencoba meredam keresahan yang muncul pasca-insiden.
Mengapa Isu Ini Sempat Mengemuka?
Sebelum klarifikasi ini, beredar informasi simpang siur di grup WhatsApp dan media sosial yang mengaitkan aparat dengan peristiwa penembakan tersebut. Kondisi geografis Papua yang rawan konflik horizontal kerap membuat isu sensitif semacam ini cepat meluas.
Pdt. Anton pun memilih buka suara secara langsung untuk memotong rantai disinformasi. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak keamanan setempat dan yakin dengan hasil investigasi awal.
Respons Masyarakat dan Aparat
Pernyataan ini mendapat respons positif dari tokoh pemuda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat. Mereka mengapresiasi langkah Pdt. Anton yang dinilai dewasa dan tidak memperkeruh suasana.
Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Papua masih melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku penembakan yang sebenarnya. Kapolda Papua melalui Kabid Humas menyebut bahwa kasus ini menjadi prioritas untuk segera diungkap.
"Kami berterima kasih kepada Pdt. Anton yang telah meluruskan informasi. Ini membantu kami fokus pada pengejaran pelaku," ujar perwakilan Polda Papua dalam keterangan terpisah.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pasca-klarifikasi, Pdt. Anton meminta doa dari seluruh jemaat dan masyarakat Papua agar proses hukum berjalan transparan. Ia juga berharap tidak ada lagi pihak yang mempolitisasi peristiwa ini untuk kepentingan kelompok tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan TNI-Polri masih melakukan patroli dan pendalaman di lokasi kejadian. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.