Pencarian

Universitas Surakarta Cetak Banyak Pemain Timnas Indonesia, Rochy Putiray Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Sepak Bola Modern

Rabu, 27 Mei 2026 • 05:26:01 WIB
Universitas Surakarta Cetak Banyak Pemain Timnas Indonesia, Rochy Putiray Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Sepak Bola Modern
Rektor UNSA dan Rochy Putiray menegaskan pentingnya pendidikan dalam pengembangan sepak bola modern.

PAPUA — Rektor UNSA, Dr. Arya Surendra, bersama mantan striker Timnas Indonesia, Rochy Putiray, mengungkapkan visi kampus dalam mencetak atlet berpendidikan. Dalam diskusi yang digelar baru-baru ini, keduanya sepakat bahwa sepak bola modern tak lagi bisa hanya mengandalkan bakat fisik semata.

Alumni UNSA di Timnas: Bukti Nyata Sinergi Akademik dan Olahraga

UNSA telah melahirkan banyak pemain yang kini menghuni skuad Garuda. Nama-nama seperti kiper dan bek Timnas tercatat sebagai produk dari kampus yang berbasis di Solo ini. Rektor Arya Surendra menyebut bahwa lingkungan kampus sengaja dirancang untuk mendukung jadwal latihan dan kompetisi mahasiswa atlet.

"Kami tidak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga prestasi olahraga. Banyak dari mereka yang bisa lulus tepat waktu sambil membela negara," ujar Arya.

Rochy Putiray: Pemain Pintar Lebih Unggul dalam Taktik dan Disiplin

Rochy Putiray, yang malang melintang di Liga Indonesia dan sempat berkarier di Belanda, menekankan pentingnya pendidikan bagi pesepak bola. Menurutnya, pemain yang mengenyam bangku kuliah cenderung lebih cepat membaca permainan dan disiplin dalam menjalani program latihan.

"Sepak bola sekarang butuh otak. Pemain yang pintar bisa memahami taktik pelatih lebih cepat. Mereka juga lebih siap mental menghadapi tekanan pertandingan besar," kata Rochy.

UNSA Buktikan Kampus Bukan Penghalang Karier Atlet

Selama ini, banyak atlet muda ragu melanjutkan pendidikan tinggi karena khawatir mengganggu jadwal latihan atau kompetisi. UNSA hadir dengan sistem perkuliahan fleksibel yang memungkinkan mahasiswa atlet tetap fokus pada olahraga tanpa mengorbankan gelar sarjana.

Rektor Arya menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan klub dan federasi olahraga. Tujuannya, agar mahasiswa atlet mendapatkan beasiswa penuh serta jadwal kuliah yang bisa menyesuaikan dengan agenda turnamen nasional maupun internasional.

Dampak: Cetak Pemain untuk Piala Dunia Masa Depan

Dengan semakin banyaknya alumni UNSA yang masuk Timnas Indonesia, harapan untuk melihat lebih banyak pemain lokal berlaga di Piala Dunia 2026 atau 2030 semakin terbuka. Rochy menilai bahwa kombinasi antara pendidikan dan latihan intensif adalah formula jitu untuk melahirkan generasi emas sepak bola Indonesia.

"Kalau semua kampus mulai serius seperti UNSA, saya yakin Indonesia tidak akan kesulitan mencari pemain berkualitas untuk level dunia," pungkas Rochy.

Bagikan
Sumber: enamplus.liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks