Pencarian

Universitas Internasional Papua Teken Kerja Sama dengan Lima Kampung di Papua Nugini, 100 Calon Mahasiswa Siap Kuliah

Jumat, 17 Juli 2026 • 14:46:31 WIB
Universitas Internasional Papua Teken Kerja Sama dengan Lima Kampung di Papua Nugini, 100 Calon Mahasiswa Siap Kuliah
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Internasional Papua dengan lima kampung mitra di Vanimo West Coast, Papua Nugini, berlangsung di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (16/7).

JAYAPURA — Sebanyak 35 mahasiswa asal Papua Nugini akan segera mengikuti perkuliahan di Universitas Internasional Papua (UIP) setelah perjanjian kerja sama antara kampus tersebut dengan lima kampung mitra di Vanimo West Coast resmi diteken. Penandatanganan berlangsung di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (16/7).

Program Bridging: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer

Rektor Universitas Internasional Papua, Dr. Izak Morin, MA, menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan yang pertama kali dilakukan pihaknya. UIP sebelumnya telah merintis program serupa dan berencana menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional pada September mendatang untuk lima kampung di Papua Nugini.

"Penadatangan kerja sama ini sangat baik. Kami merencanakan ada kegiatan kuliah kerja nyata, KKN lagi untuk mahasiswa internasional Papua pada September untuk lima kampung di Papua Nugini," ujar Izak di Jayapura, Jumat (17/7).

Para mahasiswa dari Papua Nugini akan mengikuti program Bridging Internasional yang mencakup tiga bidang utama: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer. Mereka juga dapat mengambil Program Studi yang sama di UIP. Menurut Izak, seluruh biaya pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa asing tidak akan dibedakan dengan mahasiswa lokal Indonesia.

Harapan Kepala Kampung: Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kepala Kampung Wutung, Rafael Tungla, mengingatkan agar perjanjian kerja sama ini benar-benar dijalankan, bukan sekadar dokumen formal. Ia menekankan bahwa keterpisahan dua negara tidak boleh menjadi hambatan bagi generasi muda Papua Nugini untuk mengenyam pendidikan di Indonesia.

"Keterpisahan dua negara ini tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa Papua Nugini yang akan mengikuti pendidikan di Universitas Internasional Papua. Melalui kerja sama ini terbuka ruang bagi mereka untuk bertumbuh dan berkembang sehingga kelak ikut membantu pemerintah membangun di wilayahnya masing-masing," kata Rafael.

Ia berharap, selama empat tahun menempuh pendidikan di UIP, para mahasiswa mampu membawa perubahan, semangat, dan harapan baru bagi daerah asalnya di Vanimo West Coast.

Dukungan Pemerintah dan Konsulat: Pendidikan Jadi Jembatan Lintas Negara

Deputi Administrator Provinsi West Sepik, Rolan Taime, menyampaikan apresiasi kepada pendiri UIP, Samuel Tabuni, serta Rektor Izak Morin dan seluruh civitas akademika atas terwujudnya kerja sama ini. Ia meminta para mahasiswa Papua Nugini untuk belajar sungguh-sungguh agar dapat mengembangkan diri dan membangun daerah masing-masing.

"Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Papua Nugini untuk mengikuti pendidikan di Universitas Internasional Papua," ujar Rolan.

Sementara itu, Staf Konsulat Republik Indonesia di Vanimo, Paulus Langitan, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah positif dalam pengembangan sumber daya manusia di kawasan tapal batas kedua negara. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarwarga lintas negara sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarwarga lintas negara sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Langitan.

Ia berharap Program Bridging Internasional ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta dalam Bahasa Indonesia, Matematika, dan Komputer, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya antara Indonesia dan Papua Nugini.

Bagikan
Sumber: odiyaiwuu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks