JAYAPURA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan bahwa modernisasi di Papua tidak boleh sampai mengikis identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Konferensi Analisis Papua Strategis Ketiga di Papua Youth Creative Hub, Jayapura, baru-baru ini.
Ribka menilai forum ini memiliki peran krusial sebagai ruang diskusi jujur dan mendalam untuk memperkokoh arah pembangunan. Ia menekankan pentingnya keberpihakan nyata kepada hak-hak orang asli Papua (OAP) dalam setiap kebijakan.
Empat Pilar Pembangunan yang Harus Dijaga
Dalam sambutannya, Ribka menyampaikan salam dan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Ia merinci sejumlah prinsip yang harus menjadi fondasi pembangunan jangka panjang di Papua:
- Keseimbangan antara kemajuan ekonomi dengan pelestarian budaya lokal.
- Pembangunan infrastruktur yang tidak memutus hubungan sosial kemasyarakatan.
- Pelibatan aktif masyarakat adat dalam setiap pengambilan keputusan.
- Penyesuaian program pemerintah dengan kearifan lokal di setiap wilayah.
Papua sebagai Pilar Menuju Indonesia Emas 2045
Ribka menjelaskan bahwa kemajuan Papua merupakan pilar penting dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Namun, ia memberikan catatan tegas: kemajuan zaman tidak boleh melunturkan jati diri masyarakat Papua.
"Kami memandang inisiasi konferensi ini sangat strategis untuk mengawal transisi pembangunan secara bijak," ujar Ribka, seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima redaksi.
Ia menambahkan, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan segar yang menjawab tantangan nyata di lapangan. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari instansi pemerintah pusat dan daerah, termasuk para pemimpin daerah dari luar Papua.
Semangat Kolaborasi Antarwilayah
Kehadiran para pejabat dari luar Papua menunjukkan semangat kolaborasi antarwilayah dalam mendukung percepatan pembangunan. Hal ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merumuskan strategi pembangunan ke depan.
Melalui konferensi ini, Ribka berharap seluruh elemen masyarakat Papua bisa duduk bersama dalam satu forum strategis. Tujuannya: mewujudkan pembangunan yang bermartabat, berkeadilan, dan benar-benar memprioritaskan kepentingan orang asli Papua.