PAPUA — Hakim Danish Ramli finis di posisi ketiga setelah melewati pertarungan sengit di lintasan Mugello yang terkenal menantang. Pembalap berusia 20 tahun itu menunjukkan konsistensi sejak awal balapan, mampu bersaing dengan para favorit di grup depan. Momen krusial terjadi di tiga lap terakhir ketika ia berhasil mempertahankan posisinya dari tekanan pembalap lawan.
Performa Solid di Lintasan Ikonik
Sirkuit Mugello dengan trek lurus panjang dan tikungan cepat kerap menjadi ujian berat bagi rookie. Namun, Hakim Danish tampil tenang dan mengambil keputusan tepat di setiap tikungan. Tim MSi disebut telah menyiapkan strategi ban yang pas untuk kondisi aspal Mugello yang licin akibat suhu tinggi.
“Kami tahu Mugello akan sulit, tapi saya percaya pada tim dan motor. Podium ini untuk seluruh rakyat Malaysia,” ujar Hakim Danish dalam sesi wawancara usai balapan. Ini merupakan hasil terbaiknya sejak debut di Moto3 musim lalu.
Rekor Baru untuk Malaysia
Pencapaian Hakim Danish menjadi yang pertama bagi pembalap Malaysia di ajang Moto3 Italia. Sebelumnya, podium Malaysia di kelas ringan lebih sering diraih di sirkuit Asia seperti Sepang atau Mandalika. Keberhasilan di Mugello membuktikan kemampuan pembalap muda ini di lintasan Eropa yang kompetitif.
Hasil ini juga memberi dampak positif bagi klasemen tim MSi yang kini mendekati posisi lima besar konstruktor. Dengan semangat yang tengah membara, Hakim Danish diprediksi akan menjadi ancaman serius di seri-seri berikutnya, termasuk Moto3 Belanda di Assen dua pekan mendatang.
Target Berikutnya: Konsistensi di Papan Atas
Manajer tim MSi menyatakan target utama Hakim Danish musim ini adalah konsistensi finis di zona poin. Podium di Mugello menjadi bukti bahwa pembalap asal Selangor itu mampu bersaing dengan elite Moto3. “Kami tidak mau terbawa euforia. Pekerjaan rumah masih banyak, terutama soal start dan manajemen ban di lap awal,” tambah sang manajer.
Para pengamat balap di Malaysia pun menyambut antusias pencapaian ini. Media lokal menyebut Hakim Danish sebagai “harapan baru” setelah beberapa tahun minim prestasi di kelas grand prix. Dengan dukungan penuh dari federasi balap nasional, bukan tidak mungkin podium pertama akan segera terwujud.