PAPUA — Skotlandia masih harus menunggu hingga Sabtu malam untuk memastikan apakah langkah mereka di Piala Duniaberakhir atau berlanjut. Setelah kekalahan mengejutkan Korea Selatan dari Afrika Selatan di Grup A, posisi pasukan Steve Clarke sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik justru kian terancam.
Saat ini Skotlandia duduk di urutan ketujuh dengan tiga grup baru selesai dimainkan. Butuh banyak keajaiban dan hasil pertandingan lain yang berpihak agar mereka bisa lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Tiga Calon Kota Tuan Rumah, Tiga Rute Berbeda
Jika lolos, Skotlandia punya tiga kemungkinan lawan dan lokasi. Pertama, kembali ke Boston untuk menghadapi Jerman pada Senin (29/6). Kedua, terbang ke Mexico City melawan Meksiko pada Rabu (1/7). Ketiga, menghadapi pemenang Grup I, Prancis atau Norwegia, di New Jersey pada Selasa (30/6).
Ketidakpastian ini membuat para suporter harus menyusun rencana cadangan dengan ongkos yang tidak sedikit.
Cerita Suporter: Ada yang Jual Mobil, Ada yang Pulang
Dave Watson, presenter podcast No Scotland No Party, awalnya sudah memesan tiket pulang setelah pertandingan terakhir. Kini ia mengubah rencana dan memilih ke New York pada Kamis untuk menunggu kepastian.
Callum dari Linwood bahkan mengambil langkah lebih ekstrem. "Ayah saya pulang Jumat karena kerja. Saya sudah berhenti kerja dan jual mobil untuk ke sini. Jadi saya tidak akan pulang sekarang," katanya kepada BBC Scotland.
Alan Horsburgh dari Orlando punya teka-teki logistik yang rumit. Ia harus naik bus lima jam dari Miami ke Orlando, lalu ke Reykjavik, dan akhirnya ke Kopenhagen. "Di perjalanan itu saya akan hitung delapan juta kemungkinan skenario. Istri saya bisa terbang lagi dengan miles, murah ke Boston. Tapi tidak ideal kalau ternyata kami harus main di Mexico City," ujarnya.
Sementara itu, Ian Greenwell dari Bathgate memilih pulang Jumat tetapi siap kembali jika Skotlandia lolos. Leslie Higgins yang tinggal di Connecticut mengaku berat untuk tidak terbang lagi, terutama jika pertandingan di Boston. "Kartu kredit sudah jebol," katanya.
Biaya Logistik: dari Rp 350 Ribu hingga Rp 9 Juta
Bagi suporter yang memutuskan bertahan, biaya perjalanan mulai dari Miami bervariasi. Penerbangan termurah ke Boston sekitar £261 (Rp 5,3 juta) sudah termasuk bagasi. Tiket ke New York bisa didapat hanya £17 (Rp 350 ribu).
Adapun ke Mexico City, penerbangan langsung tiga setengah jam dibanderol £433 (Rp 8,8 juta). Alternatif dengan transit di Denver memakan waktu lebih dari 13 jam. Akomodasi di kota-kota tujuan juga dipastikan sama mahalnya dengan Miami.
Pemandu Kota: Boston, Mexico City, dan New Jersey
Boston sudah akrab bagi pendukung Skotlandia. Stadion berkapasitas 64.000 tempat duduk itu menjadi saksi dua laga sebelumnya. Di sela pertandingan, Tartan Army bisa menyaksikan derbi bisbol New York Yankees atau pertandingan Washington Nationals.
Jika bermain di Mexico City, Azteca yang legendaris—markas "tangan Tuhan" Maradona—akan menjadi panggung. Stadion berkapasitas 83.000 penonton ini berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Haggis tacos terdengar seperti perpaduan yang wajib dicoba.
New Jersey/New York menawarkan Stadion MetLife dengan lebih dari 78.000 kursi, venue yang juga akan menjadi tuan rumah final bulan depan. Skotlandia sudah pernah bermain di kawasan ini saat mengalahkan Bolivia di stadion yang lebih kecil.