PAPUA — Walmart resmi menguasai Vibe.co, platform periklanan TV streaming yang menyasar brand kecil dan menengah. Dengan integrasi ini, Walmart Connect kini punya kanal baru untuk menjangkau konsumen di tengah pergeseran kebiasaan menonton dari TV linear ke layanan streaming.
Kesepakatan yang diumumkan pertama kali pada Juni lalu ini menjadi bagian dari strategi Walmart memperluas ekosistem iklan ritelnya. Lewat Vibe.co, pengiklan dapat meluncurkan kampanye TV streaming di berbagai publisher tanpa perlu tim teknis besar.
Apa yang Didapat Walmart dari Vibe.co
Vibe.co menawarkan platform self-service yang memungkinkan brand skala kecil dan menengah membeli slot iklan TV streaming secara mandiri. Sebelumnya, jenis iklan ini umumnya hanya bisa diakses korporasi besar dengan anggaran marketing tebal.
Platform tersebut terhubung dengan berbagai publisher layanan streaming, sehingga jangkauan kampanye bisa lebih luas dibanding belanja iklan konvensional. Walmart Connect akan memadukan data belanja ritelnya dengan data penonton Vibe.co untuk menargetkan iklan secara lebih presisi.
Kutipan Resmi Manajemen Walmart Connect
"Vibe telah membangun platform luar biasa yang membuat periklanan TV streaming menjadi sederhana dan dapat diakses oleh bisnis dari segala ukuran," ujar Ryan Mayward, General Manager dan Senior Vice President Walmart Connect, dalam siaran pers resmi.
"Bersama, kami akan membangun fondasi itu untuk membantu pengiklan terhubung dengan pelanggan secara lebih mulus di seluruh streaming, belanja, dan perjalanan komersial yang lebih luas, sambil membuat periklanan lebih terukur, efektif, dan dapat diakses."
Lanjutan Ekspansi Bisnis Iklan Walmart
Akuisisi Vibe.co merupakan pembelian besar kedua Walmart dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, Walmart mengakuisisi produsen TV Vizio senilai US$ 2,3 miliar pada 2024 untuk memperkuat divisi periklanan.
Kedua aset ini—Vizio di sisi hardware dan Vibe.co di sisi platform—memberi Walmart posisi tawar lebih kuat melawan Amazon yang selama ini dominan di bisnis iklan ritel. Data penonton Vizio yang terpasang di jutaan rumah Amerika menjadi pelengkap data belanja Walmart.
Dampak bagi Pengiklan dan Pasar Iklan Digital
Bagi pengiklan, kehadiran Walmart di ranah TV streaming berarti ada alternatif baru selain platform iklan digital tradisional seperti Google dan Meta. Model ini menggabungkan data transaksi ritel nyata dengan perilaku menonton, sesuatu yang sulit ditiru pemain murni digital.
Di pasar Indonesia, model iklan retail media seperti ini masih relatif baru. Namun tren serupa mulai terlihat lewat kerja sama marketplace lokal dengan platform OTT untuk kampanye terukur berbasis data transaksi.
Walmart belum mengungkapkan detail integrasi teknis maupun perubahan layanan bagi pengiklan yang sudah memakai Vibe.co. Yang jelas, kompetisi di sektor iklan TV streaming akan semakin ketat sepanjang 2025.