Pencarian

Review Lenovo Yoga Mini: PC Bulat Seukuran Tangan yang Justru Paling Pas di Atas Meja

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 22:30:01 WIB
Review Lenovo Yoga Mini: PC Bulat Seukuran Tangan yang Justru Paling Pas di Atas Meja
Lenovo Yoga Mini tampil dengan desain bulat seukuran tangan yang berbeda dari mini PC konvensional.

PAPUA — Lenovo membawa angin segar ke pasar mini PC yang selama ini didominasi desain kotak persegi. Alih-alih mengikuti tren, Yoga Mini yang diperkenalkan di CES 2025 ini justru tampil sebagai perangkat berbentuk bulat yang sekilas mirip smart speaker atau termostat tanpa layar. Dengan bobot 1,32 pon (sekitar 600 gram), perangkat ini sedikit lebih ringan dari Mac mini M4 yang menyentuh 1,5 pon.

Saya memakainya sebagai driver utama di meja kerja selama dua minggu, menggantikan Mac mini M4 yang biasa saya pakai untuk menulis dan mengedit. Hasilnya, bentuk bulat yang awalnya saya anggap sekadar gimmick ternyata punya dampak nyata pada cara saya menggunakan komputer.

Desain dan Port: Semua yang Dibutuhkan, Tanpa Port Depan

Lenovo jelas mendesain Yoga Mini untuk dipajang di atas meja, bukan disembunyikan di balik monitor. Tidak ada lubang VESA di bagian bawah, dan Lenovo bahkan memasang kipas ventilasi 360 derajat di sekeliling bodi. Yang menarik, tidak ada port USB di bagian depan—hanya dua lubang kecil untuk mikrofon array. Keputusan ini justru membuat tampilannya bersih.

Semua koneksi diletakkan di belakang dan samping. Di bagian belakang tersedia Thunderbolt 4, dua USB-C dengan dukungan DisplayPort (satu di antaranya mendukung power delivery), HDMI 2.1, satu USB-A kecepatan tinggi, dan port Ethernet 2.5 Gigabit. Di sisi kiri ada Thunderbolt 4 kedua yang juga mendukung power delivery, plus jack headphone 3.5mm. Tombol power dengan pemindai sidik jari berada di sisi kanan.

Kompatibilitas dengan Aksesori Mac mini: Kebetulan yang Menguntungkan

Salah satu temuan paling menarik selama pengujian: alas bundar Yoga Mini punya dimensi yang hampir sama dengan Mac mini M4. Saya mencoba memasang Satechi Mac Mini M4 Stand & Hub—aksesori yang biasanya dipakai untuk menambah port USB-A dan card reader SD—dan ternyata pas. Dua perangkat dari merek berbeda ini tampak seperti dibuat untuk satu sama lain, terutama dengan finishing aluminium anodized yang serupa.

Ini kabar baik untuk pengguna yang sudah punya aksesori Mac mini dan ingin pindah ke Windows tanpa membuang perlengkapan lama.

Performa: Panther Lake untuk Produktivitas, Bukan Gaming Berat

Yoga Mini yang saya uji dibekali prosesor Intel Core Ultra 5 Panther Lake, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Untuk pekerjaan sehari-hari—menulis, browsing dengan banyak tab, dan pengeditan foto ringan—performa terasa responsif. Saya tidak mengalami lag berarti selama dua minggu pemakaian.

Untuk gaming, jangan berharap banyak. Saya mencoba memainkan Session, game simulasi skateboard, di monitor 4K. Dengan render 1080p, frame rate tetap stabil dan game bisa dimainkan, tapi visualnya terlihat agak lembut di panel 4K. Intel memang sudah meningkatkan kemampuan grafis terintegrasinya secara signifikan, tapi untuk game AAA modern, perangkat ini bukan pilihan yang tepat.

Fitur Unik: Tap Gesture dan Presence Detection yang Masih Perlu Polesan

Lenovo menyematkan akselerometer di dalam bodi, memungkinkan bagian atas perangkat berfungsi sebagai tombol sentuh besar. Lewat aplikasi Lenovo AI Turbo Engine, pengguna bisa mengatur gestur tap tunggal untuk toggle lampu RGB dan tap ganda untuk mode voice chat. Keduanya bisa diremap ke aplikasi apa pun.

Sayangnya, fitur ini belum berfungsi sempurna di unit review saya. Tap untuk mengatur RGB berjalan mulus, tapi saya tidak bisa meluncurkan Chrome atau Steam lewat gestur yang sudah diremap. Lenovo mengaku ini akan diperbaiki lewat pembaruan software.

Fitur lain yang menarik adalah Wi-Fi sensing untuk presence detection. Saat saya masuk ruangan, monitor menyala; saat keluar, monitor mati otomatis. Ini terbukti berguna di kantor yang punya banyak komputer menyala sekaligus.

Power Brick Opsional: Bisa Pakai Charger GaN atau Langsung dari Monitor

Satu hal yang jarang ditemui di mini PC: adaptor daya bawaan menggunakan konektor USB-C. Artinya, Anda bisa mengganti adaptor 100W bawaan dengan charger GaN yang lebih ringkas. Saya bahkan berhasil menyalakan Yoga Mini langsung dari monitor MSI Pro Max 271UPXW12G yang menyediakan daya 98W melalui port USB-C—cukup untuk menjalankan perangkat tanpa adaptor eksternal.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan: - Desain bulat yang unik dan jadi pusat perhatian di meja - Kompatibel dengan aksesori Mac mini M4 - Port lengkap termasuk dua Thunderbolt 4 - Bisa ditenagai lewat monitor USB-C atau charger GaN - RGB underglow yang bisa dikustomisasi

Kekurangan: - Tidak ada port USB di depan - Fitur tap gesture masih bermasalah di unit awal - Performa gaming terbatas untuk game modern - Tidak ada lubang VESA untuk mounting di balik monitor

Verdict: PC Paling Menarik di Kelasnya, Tapi Bukan untuk Gamer

Lenovo Yoga Mini adalah mini PC Windows paling menarik yang pernah saya pakai. Bentuknya yang bulat bukan sekadar hiasan—ia mengubah cara perangkat ini diletakkan, dipajang, dan digunakan. Kompatibilitas dengan aksesori Mac mini M4 adalah nilai tambah yang tidak terduga.

Tapi perangkat ini jelas bukan untuk semua orang. Jika kebutuhan Anda adalah gaming atau tugas berat yang butuh GPU diskrit, cari di tempat lain. Yoga Mini adalah pilihan tepat untuk mereka yang bekerja di depan meja seharian, menginginkan komputer yang tidak hanya cepat tapi juga enak dipandang. Dengan harga yang diposisikan di kelas Mac mini M4, keputusan akhir kembali ke preferensi sistem operasi: macOS atau Windows.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks