Pencarian

PHE Rampungkan Survei Seismik 6.000 Km di Samudra Hindia

Minggu, 13 September 2026 • 08:07:01 WIB
PHE Rampungkan Survei Seismik 6.000 Km di Samudra Hindia
PHE merampungkan survei seismik 2D sepanjang 6.000 km di Samudra Hindia.

Dua Survei Eksplorasi yang Saling Melengkapi

PAPUA — Survei seismik 2D di Samudra Hindia dan survei 3D di Selat Makassar bukan proyek terpisah. Keduanya menyasar area kerja yang berbeda namun saling melengkapi dalam memetakan potensi cadangan migas di perairan selatan Jawa dan kawasan timur.

Metode 2D menghasilkan gambaran struktur bawah permukaan secara luas, sementara 3D memberi resolusi lebih detail pada area yang dinilai prospektif. Kombinasi keduanya membantu PHE menentukan titik pengeboran eksplorasi berikutnya.

Mengapa Survei Ini Penting bagi Pertamina

PHE berperan sebagai Subholding Upstream Pertamina, artinya seluruh kegiatan hulu migas perusahaan induk berada di bawah koordinasinya. Hasil survei seismik menjadi dasar untuk menghitung potensi cadangan dan menyusun rencana pengeboran.

Bagi Pertamina, temuan cadangan baru menjadi kunci menjaga tingkat produksi migas nasional. Pemerintah sendiri menargetkan produksi minyak dan gas terus naik dalam beberapa tahun ke depan, dan wilayah laut dalam seperti Samudra Hindia masuk dalam daftar prioritas.

Wilayah Kerja yang Disasar

Survei 2D di Samudra Hindia menyasar area lepas pantai selatan Jawa, yang secara administratif masuk dalam wilayah kerja PHE. Sementara survei 3D di Selat Makassar mencakup perairan di sekitar Kalimantan Timur.

Dua lokasi ini dipilih karena memiliki formasi geologi yang berpotensi menyimpan hidrokarbon. Data seismik yang sudah dikumpulkan akan diproses lebih lanjut sebelum PHE memutuskan langkah eksplorasi berikutnya.

Langkah Selanjutnya

Setelah survei rampung, PHE akan masuk ke tahap pemrosesan dan interpretasi data. Tahap ini biasanya memakan waktu beberapa bulan sebelum menghasilkan rekomendasi lokasi pengeboran.

Jika hasil interpretasi menjanjikan, PHE dapat melanjutkan ke pengeboran sumur eksplorasi. Keputusan itu bergantung pada hasil kajian teknis dan ekonomi, termasuk perhitungan biaya pengeboran di laut dalam.

Penutup: Penyelesaian dua survei seismik ini menempatkan PHE pada tahap lanjutan eksplorasi migas di perairan Indonesia. Keberhasilan menemukan cadangan baru akan menentukan seberapa besar kontribusi PHE terhadap produksi migas nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks