PAPUA — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyumbang poin kedua bagi Indonesia setelah menaklukkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin lewat pertarungan tiga gim 21-15, 19-21, 21-10 di perempatfinal Asian Games 2026. Kemenangan di partai kedua ini menyamakan kedudukan Indonesia vs Malaysia menjadi 1-1.
Laga di partai kedua beregu putra itu berlangsung ketat sejak gim pertama. Fajar/Fikri sempat kehilangan momentum di gim kedua setelah Goh/Nur mengubah pola permainan, sebelum bangkit dan menutup pertandingan dengan dominasi di gim ketiga.
Goh/Nur Ubah Taktik, Fajar/Fikri Kehilangan Gim Kedua
Pasangan Malaysia itu meninggalkan pola adu drive yang biasa mereka mainkan. Goh/Nur memilih memperlambat tempo dan memperbanyak bola-bola kecil di depan net, sebuah perubahan yang sempat membuat Fajar/Fikri kelabakan.
"Mereka bermain dengan bola-bola kecil di depan yang membuat kami agak kagok dan kurang antisipasi," kata Fajar melalui federasi.
Fajar mengakui laga ini jauh dari mudah. Meski begitu, ia senang bisa menyumbang poin bagi tim Indonesia yang sempat tertinggal di partai pertama.
"Pasti senang bisa menyumbang poin buat tim Indonesia setelah tertinggal di partai pertama. Tapi memang pertandingan hari ini tidak mudah untuk kami berdua, pasangan Malaysia bermain dengan baik," ujarnya.
Komunikasi Jadi Kunci Kebangkitan di Gim Ketiga
Memasuki gim penentuan, Fajar/Fikri memperbaiki komunikasi dengan sesama pemain dan pelatih. Strategi yang sempat buyar di gim kedua kembali diterapkan dengan tepat.
"Di gim ketiga kami memulai komunikasi dengan baik, dengan partner dan dengan pelatih, akhirnya bisa kembali menerapkan strategi yang tepat di lapangan," kata Fajar.
Hasilnya terlihat dari skor akhir. Fajar/Fikri hanya memberi Goh/Nur sepuluh poin di gim ketiga, menutup pertandingan dengan kemenangan 21-10.
Fikri Akui Belum Puas dengan Penampilannya
Dari sisi Fikri, kemenangan ini tidak lepas dari kesiapan mental menghadapi tekanan partai beregu. Asian Games pertama baginya bukan pengalaman yang membuatnya gentar.
"Memang tadi tim sempat tertinggal tapi ini bukan pertandingan beregu pertama saya walaupun ini Asian Games pertama," kata Fikri.
"Jadi hal seperti ini sudah biasa, mau partai berapa pun memang menentukan jadi secara mental saya fokus dengan pertandingan saya saja."
Kendati timnya menang, Fikri menilai permainannya belum maksimal. Ia masih sering melakukan kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.
Fikri Soroti Perkampungan Atlet yang Tidak Terpusat
Ada satu hal lain yang disayangkan Fikri di Asian Games pertamanya. Ia tidak merasakan atmosfer perkampungan atlet yang biasanya terpusat di ajang multievent.
"Yang cukup disayangkan di Asian Games pertama saya ini tidak bisa merasakan perkampungan atlet yang terpusat jadi vibesnya sama seperti turnamen bulutangkis biasa," ujarnya.
Fikri menyebut ia hanya satu hotel dengan pemain bulutangkis lain, tanpa bercampur dengan atlet cabang olahraga berbeda. Meski begitu, ia tetap bersyukur bisa tampil di Asian Games.
"Satu hotel dengan pemain-pemain bulutangkis saja, tidak dengan cabang olahraga lain. Itu yang agak membedakan tapi saya tetap bersyukur alhamdulillah bisa main di Asian Games," kata Fikri.