JAYAPURA — Konfirmasi NWS menyusul pengamatan kualitas udara yang memburuk di sejumlah wilayah Papua Nugini dalam beberapa waktu terakhir. Peringatan kesehatan itu disampaikan menyusul laporan cuaca yang dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg.
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun ini disebut sebagai yang terburuk dalam lebih dari satu dekade. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat lebih dari 1,9 juta hektare lahan terbakar dan lebih dari 100.000 titik api.
Karbon Monoksida Terdeteksi di Udara PNG
Kasis Inape, Asisten Direktur Layanan Iklim di Layanan Meteorologi Nasional Papua Nugini, mengatakan pihaknya telah menelusuri sumber pencemaran udara yang terlihat di seluruh negeri.
"Kami telah memastikan bahwa kebakaran hutan di Indonesia sebenarnya membawa karbon monoksida dan semua zat pengotor lainnya," kata Inape.
Menurut dia, absennya hujan membuat kabut asap bertahan lebih lama. Perkiraan cuaca menunjukkan hujan baru turun pada November, yang diharapkan mengurangi konsentrasi zat pengotor di udara.
"Karena tidak ada hujan, kabut asap ini akan terus berlanjut, tetapi sesuai perkiraan, pada November seharusnya akan turun hujan dan dapat mengurangi zat pengotor di udara sehingga udara dapat menjadi lebih bersih."
Anak-Anak hingga Ibu Hamil Paling Rentan
Inape menegaskan polutan udara halus dan karbon monoksida dalam kabut asap menimbulkan risiko kesehatan serius. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, wanita hamil, serta penderita asma, penyakit jantung, dan masalah pernapasan.
Dampaknya tidak berhenti di sektor kesehatan. Inape menyebut penerbangan juga terdampak oleh kabut asap yang menurunkan jarak pandang.
"Ini juga menjadi perhatian bagi penerbangan dan juga sektor kesehatan. Orang dengan asma, anak-anak, dan masalah pernapasan mungkin jatuh sakit, jadi itu adalah beberapa tindakan pencegahan yang perlu kita ambil," ucapnya.
Langkah Perlindungan yang Diminta NWS
NWS mendorong warga, terutama di kawasan pedesaan, mengambil langkah sederhana untuk melindungi keluarga saat kabut tebal. Warga diminta mengurangi waktu di luar ruangan.
- Hindari berlari, berolahraga, atau melakukan pekerjaan berat di luar ruangan saat udara berasap.
- Gunakan masker N95 atau P2 yang terpasang dengan benar jika harus berada di luar ruangan.
- Tutup jendela dan pintu saat asap masuk ke rumah, jika aman untuk dilakukan.
- Hindari membakar sampah, rumput, atau bahan lain di dekat rumah.
- Segera cari bantuan medis jika mengalami kesulitan bernapas serius atau nyeri dada.
Krisis karhutla di Indonesia tahun ini didorong pola iklim El Niño yang parah, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pemerintah disebut telah menjalankan upaya penegakan hukum di tingkat regional untuk menindak pembukaan lahan dengan cara membakar.
Papua Nugini sendiri tengah menghadapi efek El Niño, sehingga kondisi kering memperpanjang masa bertahannya asap di atmosfer. Bagi warga di wilayah perbatasan dan kawasan pesisir, peringatan ini menjadi acuan untuk mengatur aktivitas luar ruangan hingga hujan pertama turun.