TNI-Polri Perkuat Pengamanan, 11 Bandara Perintis Papua Ditargetkan Segera Kembali Normal

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 19 Februari 2026 | 15:52:03 WIB

Papua – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan bahwa upaya pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di 11 bandara perintis di Papua terus dilakukan secara intensif. Langkah ini diambil menyusul gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM yang sempat menghambat operasional penerbangan serta distribusi logistik ke wilayah pedalaman.

Dalam kunjungannya ke Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, Kamis, 19 Februari 2026, Bambang didampingi Panglima Komando Daerah Udara III (Kodau III) Marsda TNI Azhar Aditama, Asops Kogabwilhan III Brigjen Patar Mospa Natanael Sitorus, serta Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan di lapangan.

Bambang menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah memulihkan kondusivitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan. Ia optimistis proses pemulihan berjalan cepat berkat dukungan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang terdampak langsung oleh aksi KKB.

Pengamanan di seluruh bandara perintis telah diperkuat, terutama di Bandara Korowai Batu yang memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Di wilayah pegunungan dan daerah terpencil Papua, transportasi udara menjadi sarana vital bagi masyarakat. Selain membawa penumpang, pesawat juga mengangkut kebutuhan pokok, obat-obatan, layanan kesehatan, serta perlengkapan pendidikan. Karena itu, gangguan terhadap operasional bandara berdampak besar pada kehidupan warga.

Sebagai langkah antisipasi, TNI bersama Polri meningkatkan kekuatan pengamanan dengan melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri. Pasukan ditempatkan untuk menjaga perimeter bandara sekaligus menjamin keselamatan operasi penerbangan.

Bambang menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan. Ia berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan operasional bandara sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal, aman, dan nyaman.

Reporter: Sutomo
Back to top