Pencarian

Pemprov Papua Tengah Latih Mama Papua Kelola Pangan Lokal Dukung Program Makan Bergizi

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:01:02 WIB
Pemprov Papua Tengah Latih Mama Papua Kelola Pangan Lokal Dukung Program Makan Bergizi
Mama Papua mengikuti pelatihan pengelolaan pangan lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memprogramkan pelatihan khusus bagi mama-mama Papua di tingkat kampung untuk mengelola potensi pangan lokal dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan pasokan gizi sekaligus memberdayakan ekonomi perempuan asli Papua di wilayah tersebut.

Pemberdayaan Mama Papua dan Optimalisasi Pangan Lokal

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Papua Tengah, Agustinus Bagau, menyatakan bahwa program pelatihan ini merupakan instruksi prioritas dari Gubernur Papua Tengah. Pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga dan komunitas.

“Kami dipercaya sebagai OPD melatih mama Papua agar mampu mengolah makanan lokal di wilayah masing-masing,” ujar Agustinus Bagau di Nabire, Kamis (30/4). Melalui pelatihan ini, para peserta diajarkan untuk mengolah bahan pangan yang melimpah di tanah Papua, seperti sagu, ikan, dan berbagai jenis umbi-umbian.

Pemanfaatan bahan lokal ini dipandang sebagai solusi cerdas agar daerah tidak terus-menerus bergantung pada pasokan beras atau bahan pangan dari luar daerah. Dengan mengoptimalkan potensi alam sendiri, standar gizi yang diberikan kepada anak-anak sekolah tetap terjaga dengan kualitas bahan yang lebih segar dan alami.

Selain fokus pada aspek pemenuhan gizi, program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi perempuan di kampung-kampung. Agustinus menegaskan bahwa dengan keterampilan yang mumpuni, mama-mama Papua dapat menjadi penggerak ekonomi yang produktif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka secara mandiri.

Dukungan Operasional Dapur Satuan Pelayanan Gizi

Pelatihan yang diberikan bukan sekadar edukasi rutin, melainkan dipersiapkan untuk mendukung operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas ini nantinya akan ditempatkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang ada di Provinsi Papua Tengah.

“Ketika dapur SPPG dibangun, mama-mama yang sudah dilatih ini bisa langsung bekerja sebagai penyedia makanan bergizi bagi anak-anak sekolah,” jelas Agustinus lebih lanjut. Pola ini memastikan bahwa tenaga kerja yang terserap adalah warga lokal yang sudah memahami karakteristik daerah dan kebutuhan anak-anak di lingkungannya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah melakukan pemetaan intensif untuk menentukan lokasi pembangunan dapur SPPG 3T di delapan kabupaten. Langkah pemetaan ini sangat krusial agar pelatihan yang diberikan tepat sasaran dan berada di sekitar titik-titik dapur yang akan dibangun. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mulai menanam dan mengelola lahan pangan lokal secara berkelanjutan sebagai rantai pasok utama.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Badan Gizi Nasional

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan lokal mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menilai inisiatif ini sebagai terobosan besar dalam memastikan standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan di lapangan.

“Ini langkah terobosan yang sangat baik, karena tenaga dapur memang harus melalui pelatihan agar bekerja sesuai standar operasional,” kata Marsel. Ia mengungkapkan bahwa khusus untuk wilayah Nabire saja, dibutuhkan sekitar 50 titik dapur SPPG di daerah 3T. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga kerja terlatih dari kalangan perempuan lokal.

Marsel menambahkan bahwa keterlibatan aktif mama-mama Papua akan berdampak langsung pada pengurangan angka pengangguran di daerah. Selain itu, partisipasi masyarakat diyakini akan lebih kuat karena penerima manfaat dari program makan bergizi ini adalah anak-anak mereka sendiri.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BGN diharapkan terus diperkuat. Sinergi ini menjadi kunci utama agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak di Papua Tengah, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagikan
Sumber: koran-jakarta.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks