Dick Advocaat Bawa Curacao ke Glasgow untuk Uji Coba, 27 Tahun Usai Treble Bersama Rangers

Penulis: Vicky Prasetya  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 05:33:01 WIB
Dick Advocaat membawa Curacao ke Glasgow untuk laga uji coba melawan Skotlandia, 27 tahun setelah treble bersama Rangers.

PAPUA — Senyum langsung merekah di wajah Dick Advocaat saat mengenang 27 tahun lalu, tepat di hari yang sama, ia menyaksikan tim Rangers-nya menyelesaikan treble domestik di Hampden Park. “Saya cukup sukses di stadion ini, jadi kalian harus hati-hati besok,” kata Advocaat dalam konferensi pers jelang laga persahabatan melawan Skotlandia.

Dari Treble Rangers ke Mimpi Piala Dunia Curacao

Perjalanan Advocaat bersama Curacao terbilang unik. Ia awalnya mengundurkan diri pada Februari lalu karena masalah kesehatan keluarga yang enggan ia bicarakan. Namun, ia kembali dipekerjakan bulan ini setelah berhasil membawa tim asal Karibia itu lolos ke Piala Dunia 2026.

“Saya adalah pelatih yang meloloskan tim. Ada sesuatu yang terjadi di rumah, itu alasan saya berhenti. Saya bisa kembali dan memulai lagi. Itu memberi saya perasaan yang baik,” ujar Advocaat. “Menjadi bagian dari turnamen ini akan menjadi sesuatu yang spesial.”

Usia 78 Tahun, Tapi Panggilan Tak Kunjung Berhenti

Advocaat akan memecahkan rekor sebagai pelatih tertua di Piala Dunia saat menghadapi Jerman. Namun, ia tak ambil pusing. “Saya tidak peduli karena saya tidak merasa setua itu,” katanya blak-blakan. “Saya sudah banyak berubah. Ada hal-hal yang biasanya tidak mungkin di bawah saya, sekarang mungkin. Itu karena skuad—mereka adalah pemain amatir bergaji.”

Pelatih asal Belanda itu mengakui Curacao bukan favorit. “Kami bukan favorit, kami tahu itu sejak awal. Tapi orang yang bukan favorit bisa mengejutkan. Sekarang, kamu bisa lolos ke babak berikutnya dengan dua atau tiga poin,” ujarnya.

Duel dengan Skotlandia: Antara Kenangan dan Realitas

Pertandingan melawan Skotlandia lahir dari pertemuan Advocaat dengan pelatih Steve Clarke pada undian Piala Dunia Desember lalu. Advocaat mengingat pengalaman serupa saat melatih Belanda melawan Irlandia jelang Euro 2004—dan kalah. “Jika kamu realistis, Skotlandia punya pemain yang lebih baik, tapi kejutan bisa terjadi,” katanya.

Sementara itu, Steve Clarke baru saja menandatangani kontrak baru hingga Piala Dunia 2030. “Kami harus lolos secara teratur ke turnamen,” kata Clarke. “Negara sebesar kami, ada kesulitan dalam kualifikasi. Tapi pastikan kami tidak punya jeda panjang antar-turnamen.”

Gagasan Lama yang Tak Pernah Terwujud

Advocaat juga mengenang masa lalunya di Skotlandia. “Saya ingat David Murray (mantan ketua Rangers) bersama presiden Celtic mencoba terlibat di liga Inggris. Bukan dari atas, tapi dari divisi keempat. Mereka (klub Inggris) takut, jadi mereka menolak. Saya masih berpikir itu ide bagus. Itu tidak akan pernah terjadi. Celtic dan Rangers sangat besar—tidak semua orang menyadarinya,” pungkas Advocaat.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top