SENTANI — Di tengah sepinya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, warga Kampung Kameyakha memilih mengangkat kapak dan gergaji sendiri. Mereka menebang pohon di hutan, menyensor kayu, lalu membangun rumah untuk warga yang sudah memiliki lahan pribadi—semua tanpa rupiah dari APBD.
Gotong Royong dari Hutan ke Atap Rumah
Kepala Kampung Kameyakha, Dorteis Ibo, menuturkan bahwa pembangunan rumah ini sudah berjalan sejak 2022-2023, jauh sebelum dirinya menjabat. Setelah dilantik pada 2025, program itu diangkat kembali dan diperkuat dengan keterlibatan Ondofolo (Ondoafi), gereja, tokoh masyarakat, hingga warga yang piawai menebang kayu.
“Secara swadaya kita kerja. Di mana ada masyarakat yang sudah tahu sensor kayu, kita ke sana juga sensor, dan masyarakat semua bantu keluarkan kayu. Kita datang bangun juga secara swadaya. Nanti terakhirnya termasuk atapnya juga semua dengan swadaya,” ujar Dorteis di Kameyakha, Jumat (29/5/2026).
Rumah Baru dan Renovasi untuk Keluarga Muda
Tidak ada target khusus dalam pembangunan ini. Rumah yang dikerjakan bisa berupa bangunan baru hingga layak huni, atau renovasi rumah yang sudah ada. Pemerintah kampung bahkan membantu membangun rumah terpisah bagi anak-anak yang selama ini masih tinggal bersama orang tua.
“Ada yang dibangun baru hingga layak huni, ada pula yang hanya direnovasi. Bahkan bagi keluarga yang masih tinggal bersama orang tua, pemerintah kampung membantu membangun rumah terpisah untuk anaknya,” jelas Dorteis.
Harapan di Tengah Kemandirian: Proposal Sudah Masuk
Meski berjalan mandiri, pemerintah kampung tidak menutup pintu pada dukungan eksternal. Dorteis mengaku sudah mulai memasukkan surat proposal ke dinas-dinas terkait di Kabupaten Jayapura. Ia berharap ada perhatian—meski hingga kini belum ada satu pun bantuan dana yang mengalir, baik dari pemerintah kampung maupun pemda.
“Dengan adanya kegiatan swadaya ini, pemerintah kampung juga mengharapkan dukungan dari pihak-pihak terkait. Surat-surat proposal sudah kita mulai masukkan. Mudah-mudahan ke depan ada perhatian dari dinas-dinas terkait,” harapnya.
Ondoafi: Kami Akan Terus Membangun Meski Tak Dilirik
Ondofolo Yoqa Wafboy Hemor Sperner Ibo menegaskan komitmen warganya. Baginya, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bukti bahwa masyarakat bisa bertahan tanpa uluran tangan pemda.
“Pembangunan rumah di kampung Kameyakha benar-benar swadaya kami sendiri, dan kami terus akan melakukan pembangunan walaupun tidak dilirik oleh pemerintah Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.