SIAK — Warga di ufuk timur Pulau Biak masih berjuang untuk mendapatkan akses air bersih. Isu ini menjadi aspirasi paling menonjol dalam forum hearing dialog yang digelar di Kampung Marauw, Distrik Oridek, Senin kemarin. Kebutuhan dasar itu bahkan mengalahkan usulan pembangunan lain yang disampaikan masyarakat.
Dari sekitar 10 poin aspirasi yang meluncur, persoalan air bersih mendominasi diskusi. Kondisi ini menjadi cerminan bahwa pelayanan dasar di kawasan timur Biak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Warga berharap ada solusi konkret, bukan sekadar wacana.
Selain air, warga mendesak percepatan penentuan lokasi pembangunan Puskesmas Marauw yang sudah direncanakan pemda. Masyarakat menilai fasilitas kesehatan itu krusial untuk meningkatkan layanan di distrik. Tak kalah penting, honor kader Posyandu yang bertugas di 14 kampung se-Distrik Oridek juga menjadi sorotan. Para kader dianggap memiliki peran vital dalam pelayanan ibu dan anak.
"Kami berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat diperjuangkan dan direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Marauw dan Distrik Oridek," ujar Kepala Kampung Marauw, Pilep Barias, yang memimpin jalannya hearing.
Usai mendengarkan keluhan warga, Leo Rumpaidus menyatakan bahwa tiga isu utama—air bersih, Puskesmas, dan kader Posyandu—akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRK Biak Numfor. Ia mengakui bahwa kebutuhan dasar di wilayah terpencil seperti Marauw masih jauh dari kata layak.
Forum yang dihadiri Bamuskam, tokoh adat, tokoh agama, organisasi perempuan, dan tokoh pemuda ini menjadi ruang bagi warga untuk bicara langsung dengan wakil rakyat. Kehadiran legislator disambut apresiasi oleh Kepala Kampung Marauw.
Hearing dialog tahap III ini diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih merata hingga ke kampung-kampung terluar. Warga tak ingin aspirasi mereka hanya berhenti di atas kertas.