PAPUA — Kegiatan penanaman ini tidak hanya melibatkan karyawan dari holding company, tetapi juga relawan dari Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan bibit mangrove tertanam dengan baik di lahan pesisir yang rawan abrasi.
Program ini menjadi implementasi nyata dari inisiatif keberlanjutan perusahaan yang diberi nama GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia. Fokus utama inisiatif ini ada pada pilar Save Our Planet, yang secara spesifik menangani upaya mitigasi perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan.
Mengurangi Risiko Abrasi dan Menyerap Emisi Karbon
Pemilihan dua lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir di Jepara dan Manggarai Barat selama ini menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius. Dengan hadirnya hutan mangrove baru, Telkom berharap garis pantai bisa lebih stabil dan masyarakat sekitar terlindungi dari dampak gelombang laut.
Selain itu, mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang sangat efektif. Dalam jangka panjang, ekosistem ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon secara signifikan, sejalan dengan target pemerintah dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menegaskan bahwa setiap aktivitas operasional perusahaan harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat mereka hadir. "Kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan," ujarnya.
Sinergi dengan Danantara dan Dampak bagi Masyarakat
Langkah hijau ini juga menjadi bagian dari dukungan TelkomGroup terhadap arah kebijakan Danantara Indonesia. Fokusnya adalah memperkuat praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, pengelolaan aset yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak positif bagi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menambahkan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Menurutnya, kontribusi nyata dalam menjaga alam dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan juga sama pentingnya.
Bagi warga Desa Kedungmalang dan Desa Golo Sepang, keberadaan mangrove ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru. Ekosistem yang sehat biasanya diikuti dengan meningkatnya populasi ikan dan biota laut lainnya, yang pada akhirnya menopang mata pencaharian nelayan setempat.
Telkom sendiri menilai bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci agar program ini berkelanjutan, bukan sekadar seremonial belaka. Ke depan, perusahaan akan terus memantau pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam di kedua lokasi tersebut.