JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat memastikan ketersediaan anggaran bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis dan doktor. Program ini menyasar langsung Orang Asli Papua (OAP) sebagai prioritas utama.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama Tabenak mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp1 miliar untuk program beasiswa tersebut. Anggaran akan direalisasikan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Papua.
"Kami sudah menganggarkan bantuan pendidikan bagi dosen Orang Asli Papua yang sedang menempuh program doktor atau S3," kata Marthen di Jayapura, Jumat.
Tahun ini, Pemprov Papua telah menyiapkan bantuan bagi 110 mahasiswa. Jumlah itu direncanakan terus bertambah secara bertahap hingga mencapai target 400 penerima. Selain untuk program S3, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhir.
"Bagi anak-anak Papua yang mengambil pendidikan dokter spesialis, dapat mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan karena anggarannya sudah disiapkan," ujar Marthen.
Pemprov Papua juga memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani pendidikan profesi atau koas. Untuk program tersebut, alokasi anggaran telah digelontorkan lebih dari Rp1 miliar pada 2026 mendatang.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis yang masih sangat terbatas di Papua. Dengan adanya beasiswa, diharapkan semakin banyak dokter spesialis asli Papua yang bisa kembali mengabdi di daerahnya sendiri.
Agar tepat sasaran, proses seleksi penerima bantuan Program Mahasiswa Cerdas akan dilakukan secara digital. Pemprov Papua menyiapkan aplikasi khusus untuk memverifikasi data mahasiswa secara real-time.
"Proses seleksi akan dilakukan secara digital melalui aplikasi khusus guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran berdasarkan data mahasiswa yang terverifikasi," jelas Marthen.
Dengan sistem ini, Pemprov ingin meminimalkan kesalahan data dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh OAP yang memenuhi syarat. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital layanan pendidikan di Bumi Cenderawasih.