Bagi penggemar game simulasi kota, SimCity 4 mungkin sudah jadi legenda. Tapi bagi Chris Spargo, game besutan Maxis itu punya kelemahan struktural yang jarang dibahas: ia dibangun di atas kerangka birokrasi khas Amerika Serikat yang tidak cocok diterapkan di Inggris. Spargo menuangkan risetnya dalam sebuah video berdurasi sekitar 20 menit yang langsung viral bukan karena argumennya, melainkan karena tamu kejutan di bagian akhir.
Dalam videonya, Spargo memaparkan bahwa SimCity 4 menempatkan pemain sebagai walikota yang memiliki kendali penuh atas kota — sebuah asumsi yang hanya akurat di AS. Di Inggris, kekuasaan justru tersebar di antara dewan kota dan borough. Sistem zonasi juga jadi sorotan. Spargo menjelaskan bahwa zonasi di AS sangat kaku, menghasilkan kawasan perumahan luas tanpa fasilitas umum di dekatnya.
Inggris, sebaliknya, punya sistem zonasi campuran yang lebih fleksibel. Namun, proses pembangunan di sana justru lebih rumit karena harus melewati berbagai lapisan perizinan. Spargo juga menyentuh soal pembiayaan layanan publik yang dikendalikan walikota — dan mengapa dewan kota Inggris seolah tak pernah punya cukup uang. Jawabannya: sentralisasi anggaran dan beban biaya perawatan sosial yang membengkak.
Menjelang akhir video, Spargo berkata ia “berkesempatan bicara dengan seseorang yang sepertinya paham soal ini.” Lalu kamera beralih ke seorang pria berkacamata yang tak lain adalah Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer. Dalam obrolan santai itu, Starmer mengaku sebagai pendukung devolusi — gagasan bahwa keputusan sebaiknya diambil oleh mereka yang tinggal dan bekerja di komunitas setempat, bukan oleh pejabat di Whitehall atau Westminster.
“Orang yang tinggal dan bekerja di komunitas mereka membuat keputusan yang lebih baik tentang apa yang terbaik bagi komunitas mereka,” ujar Starmer dalam video tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah Partai Buruh telah memberikan lebih banyak kekuasaan kepada para walikota. Ironisnya, pernyataan itu muncul di saat posisi Starmer sebagai PM terancam digantikan oleh mantan Walikota Greater Manchester, Andy Burnham.
Kemunculan Starmer di akhir video disebut Spargo sebagai “jump scare” — kejutan yang tak terduga. Terlepas dari kontroversi politik yang mengiringinya, kehadiran PM Inggris dalam video analisis game simulasi kota menjadi bukti bahwa konten niche pun bisa menjangkau lingkaran kekuasaan tertinggi. Spargo sendiri, yang memiliki 51 ribu pelanggan di YouTube, mendapatkan akses itu saat menghadiri sebuah acara yang juga dihadiri Starmer.
Video ini bukan sekadar hiburan. Spargo berhasil menunjukkan bahwa game — sekaliber SimCity 4 sekalipun — adalah produk budaya yang sarat bias sistem pemerintahan. Bagi pemain di Indonesia, yang juga memiliki sistem pemerintahan daerah yang kompleks dengan otonomi khusus, kritik Spargo terasa relevan. Bayangkan jika sebuah game simulasi kota mengadopsi sistem UU Desa atau otonomi daerah ala Indonesia — pasti akan jauh lebih rumit dari sekadar menarik slider pajak dan membangun stasiun pemadam kebakaran.