FAKFAK — Rombongan pemerintah daerah yang dipimpin Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik memulai rangkaian kegiatan dengan ziarah serta pembacaan doa bersama di Situs Makam Syekh Abdul Gafur. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Kampung Gar untuk kembali membaca doa di rumah adat Kepala Kampung Gar yang telah disiapkan warga setempat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan salat Dzuhur berjemaah dan makan siang bersama, ditutup dengan acara seremonial yang berlangsung hangat bersama masyarakat Distrik Furwagi. Turut hadir dalam kunjungan ini para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BUMN, serta unsur kementerian vertikal.
Pemkab Pastikan Agenda Situs Sejarah Tidak Terlupakan
Bupati Samaun Dahlan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyeimbangkan seluruh rangkaian perayaan, baik yang digelar di pusat Kota Fakfak maupun di situs bersejarah Kampung Gar. Ia memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara kedua lokasi tersebut.
"Kegiatan lomba-lomba di kota tetap berjalan, namun kegiatan di situs sejarah tidak kita lupakan. Semua berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa hambatan. Tidak ada perbedaan, semuanya berjalan bagus," ujar Bupati usai melakukan ziarah.
Persiapan Puncak Acara Capai 90 Persen
Menjelang puncak peringatan pada Sabtu (8/8/2026), Bupati mengungkapkan bahwa persiapan teknis di lapangan telah mencapai 90 persen. Pemerintah daerah dijadwalkan menyambut kedatangan sejumlah pejabat penting, termasuk Pejabat Gubernur Papua beserta rombongan yang berjumlah sekitar 17 orang, serta Pejabat Gubernur Papua Barat dan para tamu undangan lainnya.
Seluruh Sekolah di Fakfak Diliburkan saat Puncak Acara
Mengingat puncak acara jatuh pada hari Sabtu, Bupati menginstruksikan seluruh sekolah di wilayah tersebut untuk diliburkan. Kebijakan ini diambil agar para siswa dan tenaga pendidik dapat turut serta meramaikan perayaan peringatan Islam Masuk di Tanah Papua yang akan berlangsung di pusat Kota Fakfak.
Bupati mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam momentum bersejarah ini. Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat panjangnya sejarah penyebaran Islam di tanah Papua yang berpusat di Fakfak.