PAPUA — Sempat tertahan 2-2 di babak pertama, Inggris mengamuk setelah jeda. Dua gol Harry Kane dari titik putih (12', 38') sempat membuat The Three Lions unggul, tapi Kroasia menyamakan kedudukan lewat dua gol balasan yang lahir dari kesalahan lini belakang Inggris.
Permainan Inggris berubah drastis di babak kedua. Jude Bellingham menjadi motor serangan dengan gol cepatnya di menit ke-47. Gelandang Real Madrid itu menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Kroasia.
Tuchel: Orang-Orang di Pub Pasti Suka
Setelah gol Bellingham, Inggris menciptakan tujuh peluang emas beruntun hingga menit ke-60. Kroasia nyaris tumbang. Tuchel mengaku membayangkan suasana di pub-pub Inggris saat timnya tampil trengginas.
"Saya berkeringat, tapi itu tontonan yang bagus. Kami terus menciptakan peluang, merebut bola pertama dan kedua. Itulah kenapa Anda berada di pub, menonton bersama di layar lebar, dan terbawa emosi," kata Tuchel dalam konferensi pers seusai laga.
Marcus Rashford memastikan kemenangan Inggris di menit ke-85 lewat serangan balik cepat. Pemain pengganti itu menyelesaikan umpan terobosan dengan tenang di kotak penalti.
Babak Pertama Terlalu Pasif
Tuchel mengkritik penampilan anak asuhnya di babak pertama. Menurutnya, Inggris terlalu cepat turun ke blok rendah setelah unggul 1-0 dari penalti Kane. Alhasil, koneksi antarlini terputus dan Kroasia leluasa membangun serangan.
"Kami terlalu pasif. Kehilangan kepercayaan diri dan tidak menemukan pemicu untuk melakukan pressing tinggi. Di babak kedua, kami jauh lebih agresif," ujar mantan pelatih Chelsea itu.
Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengungkapkan kondisi fisik pemain yang terkuras. John Stones mengalami kram di kedua kakinya. Harry Kane juga merasakan kram di ruang ganti, tapi dipastikan tidak cedera serius. Declan Rice bermain dengan rasa tidak nyaman di hamstring dan punggung bawah.
Lawan Ghana, Momentum Dijaga
Kemenangan ini membawa Inggris memuncaki klasemen Grup B dengan tiga poin. Laga selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi Ghana pada Selasa (24/6). Tuchel ingin timnya mempertahankan momentum permainan agresif.
"Tidak ada yang bisa menjamin hasil akhir, tapi kami bisa menjamin usaha. Itu yang kami lakukan di babak kedua. Semoga semua menikmatinya," pungkas Tuchel.