PAPUA — ITPLN menggandeng PT PLN Enjiniring, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), dan PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) dalam satu paket kesepakatan. Dengan PLN Enjiniring, cakupannya meliputi jasa konsultansi, riset enjiniring ketenagalistrikan, hingga pengabdian masyarakat. Sementara dengan tiga unit lainnya, fokusnya diarahkan pada pendidikan dan sertifikasi kompetensi tenaga listrik.
Senior Manager Perencanaan PLN UIP JBB, Kinanta Syahriananda, mengungkapkan unitnya tengah menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), baterai penyimpanan energi (BESS), dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Menurutnya, kolaborasi dengan kampus diperlukan untuk menyediakan kajian teknis yang mempercepat realisasi proyek-proyek tersebut.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kolaborasi antara dunia industri dan akademik sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus SDM internal PLN,” ujar Kinanta dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Barat, Himmel Sihombing, menambahkan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam mengejar target pembangunan kelistrikan nasional. “Kami memerlukan kerja sama dengan ITPLN agar dapat turut berpartisipasi dalam mendukung proyek-proyek kelistrikan yang menjadi prioritas pemerintah,” katanya.
Direktur Utama PT PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menilai ITPLN sebagai mitra strategis untuk mencetak tenaga ahli yang memahami tantangan transisi energi dan digitalisasi industri kelistrikan. MoU ini, menurutnya, menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi di bidang inovasi teknologi dan pengembangan SDM.
“MoU ini bukan sekadar seremoni formal. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang ketenagalistrikan, engineering, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Chairani.
Senior Manager Perencanaan PLN P2B, Marwah, mengamini kebutuhan kajian teknis akan melonjak seiring target pembangunan pembangkit listrik yang semakin besar. Ia optimistis mahasiswa ITPLN yang terlibat dalam proyek nyata akan lahir sebagai talenta unggul yang mampu bersaing di industri energi masa depan.
Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., menegaskan pihaknya sedang meneguhkan posisi sebagai kampus transisi energi. Dalam lima tahun ke depan, ia menargetkan ITPLN menjadi perguruan tinggi unggulan di bidang energi. Menurutnya, cita-cita itu hanya bisa dicapai lewat kolaborasi erat dengan PLN Group.
“Momentum ini memiliki makna yang istimewa bagi ITPLN. Kami sedang meneguhkan langkah sebagai kampus energi dan kampus transisi energi,” ujar Iwa.
Ia berharap seluruh kesepakatan segera diwujudkan dalam program konkret yang berdampak langsung pada institusi, industri, mahasiswa, dan masyarakat. Kehadiran para pimpinan PLN Group, kata Iwa, menjadi bukti komitmen bersama membangun ekosistem pendidikan dan riset yang berkelanjutan di sektor kelistrikan nasional.