MERAUKE — Sebanyak 12 anak di Kabupaten Merauke dipastikan positif campak setelah hasil uji laboratorium dari Surabaya diterima. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Selatan dr Benedicta Herlina Rahanggiar mengkonfirmasi temuan ini pada Jumat (26/6/2026).
Pemerintah daerah langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan memulai program Outbreak Response Immunization (ORI). Target vaksinasi darurat ini menyasar 3.109 anak di wilayah tersebut.
Dari total sasaran, baru 1.156 anak atau 42,4 persen yang sudah menerima vaksin campak. Kepala Dinkes Papua Selatan menyebut stok vaksin yang digunakan berasal dari alokasi rutin dan tambahan kiriman dari pemerintah pusat.
"Vaksin campak yang digunakan berasal dari alokasi vaksin rutin dan vaksin pengiriman dari pusat," kata Benedicta.
Benedicta menjelaskan, dari laporan yang diterima, belasan anak yang terserang campak itu sebelumnya tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena cakupan imunisasi rutin di beberapa kampung masih rendah.
Dinas Kesehatan Merauke kini mengintensifkan penyuluhan ke posyandu dan fasilitas kesehatan. Targetnya, bayi di bawah lima tahun bisa mendapat imunisasi lengkap agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa dicegah.