JAYAPURA — Sebanyak 10 penyandang disabilitas yang tergabung dalam Forum Komunitas Disabilitas Kota Jayapura mengikuti pelatihan intensif las dan perbaikan sepeda motor yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 8 Juli 2026. Program pemberdayaan ini digagas oleh PT PLN (Persero) UIP MPA melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Peserta tidak hanya mendapat materi dan praktik selama hampir sebulan penuh. PLN juga menyerahkan seperangkat alat las dan peralatan bengkel motor secara gratis kepada para peserta. Peralatan itu dirancang menjadi sarana belajar sekaligus modal awal untuk membuka usaha secara mandiri setelah pelatihan usai.
"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan PLN kepada teman-teman disabilitas. Program ini bukan hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa kami mampu bekerja, berkarya, dan mandiri," ujar Ketua Forum Komunitas Disabilitas Kota Jayapura, Oryel Kissya.
Dua bidang keterampilan ini dipilih karena dinilai paling aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri serta masyarakat di Papua. Permintaan jasa las konstruksi ringan dan perbaikan sepeda motor cukup tinggi di Kota Jayapura, sehingga membuka peluang kerja nyata bagi para penyandang disabilitas.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari sejauh mana seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaatnya.
Oryel menambahkan, penguasaan keterampilan teknis menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing penyandang disabilitas. Dengan memiliki usaha sendiri, mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial semata.
"Kami berharap ilmu dan peralatan yang diberikan dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak penyandang disabilitas yang produktif dan memiliki usaha sendiri," tutupnya.