Ekspor Perdana Ikan dari Mimika, Gubernur Papua Tengah Sebut Tiga Kontainer Ikan Bawal Putih Tembus Pasar Global

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 15:48:01 WIB
Ekspor perdana tiga kontainer ikan bawal putih dari Mimika menandai langkah baru Papua Tengah di pasar global.

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mencatat sejarah baru di sektor kelautan daerah. Untuk pertama kalinya, hasil tangkapan nelayan setempat dikirim langsung ke luar negeri melalui Pelabuhan Perikanan Paumako (PPI Paumako), Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyebut ekspor perdana ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, pengiriman tiga kontainer ikan bawal putih itu menjadi bukti bahwa sumber daya laut Papua Tengah mulai diakui di pasar global.

Nelayan dari Tiga Kampung Jadi Pemasok

Ikan bawal putih yang dikirim merupakan hasil tangkapan nelayan dari Kampung Akar, Kipia, dan Prerongo. Mereka selama ini mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghidupan utama.

“Ini adalah tonggak penting bagi perekonomian Papua Tengah. Ini bukti bahwa kekayaan laut kita mulai menjangkau pasar dunia. Juga mencerminkan kerja keras nelayan yang membawa tangkapan mereka ke perdagangan internasional,” kata Nawipa dalam sambutannya.

10.000 Nelayan di Mimika Tunggu Pengakuan

Nawipa mengungkapkan, sekitar 10.000 nelayan di Mimika menggantungkan hidup dari laut. Pengiriman ekspor perdana ini, kata dia, merupakan bentuk pengakuan yang sudah lama dinantikan atas kontribusi mereka.

Untuk mendorong sektor perikanan, Pemprov Papua Tengah tahun ini akan memberikan 10 kapal dan mesin kepada nelayan setempat. Program ini rencananya akan diperluas jika dinilai berhasil.

“Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya tiga kontainer ikan. Bagi kami, ini melambangkan harapan, keberanian, dan kemampuan masyarakat pesisir Papua Tengah untuk bersaing di pasar global,” ujar Nawipa.

PPI Paumako Disiapkan Jadi Pusat Lelang Ikan Regional

Pemprov Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini tengah meningkatkan fasilitas di PPI Paumako. Target jangka pendeknya, pelabuhan ini dikembangkan menjadi pusat lelang ikan skala regional.

Saat ini, lebih dari 200 kapal perikanan berizin pemerintah pusat dan 60 kapal berizin daerah beroperasi di kawasan tersebut. PPI Paumako sendiri didukung dermaga sepanjang 120 meter dan menjadi bagian dari jaringan pengembangan perikanan yang lebih luas, termasuk kawasan perikanan PPI Waharia seluas 62 hektare di Kabupaten Nabire.

Rencana Pembangunan Pelabuhan dan Cold Storage di Nabire

Pemprov Papua Tengah juga berencana membangun pelabuhan perikanan dan fasilitas cold storage di Nabire. Sementara itu, peningkatan bertahap terus dilakukan di PPI Paumako.

“Kami sudah mulai berdiskusi dengan beberapa perusahaan perikanan untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, agar potensi sumber daya laut kita bisa dimaksimalkan,” pungkas Nawipa.

Kapal-kapal yang berlabuh di Paumako tidak hanya berasal dari Papua, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Batang, Pekalongan, dan Indramayu. Hal ini menunjukkan peran Mimika yang semakin strategis sebagai salah satu hub perikanan di Indonesia timur.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top