JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua resmi mengusulkan penambahan depot BBM di tiga kabupaten, yaitu Waropen, Kepulauan Yapen, dan Pulau Numfor. Usulan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Matius D. Fakhiri ke sejumlah daerah yang menunjukkan kapasitas penyaluran BBM masih perlu ditingkatkan.
“Hasil kunjungan kami ke Waropen, Kepulauan Yapen, dan Numfor menunjukkan kapasitas penyaluran BBM masih perlu ditingkatkan. Jika titik distribusi diperkuat, pasokan ke wilayah lain akan lebih lancar,” kata Fakhiri dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Menurut Gubernur, keberadaan depot BBM baru akan menjaga ketersediaan stok di titik-titik distribusi. Dengan infrastruktur yang lebih kuat, pasokan ke wilayah terpencil bisa berlangsung lebih cepat dan tidak lagi bergantung pada rantai distribusi panjang yang rawan gangguan.
Pemerintah Provinsi Papua juga mengusulkan penambahan kapasitas pasokan BBM secara keseluruhan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas harga BBM di daerah yang selama ini kerap mengalami fluktuasi akibat biaya transportasi yang tinggi.
Dengan adanya depot baru, masyarakat di Waropen, Yapen, dan Numfor diharapkan tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM dengan harga wajar. Selama ini, warga di pulau-pulau kecil kerap membeli BBM dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi karena minimnya titik distribusi resmi.
Pemerintah Provinsi Papua berharap pemerintah pusat dan PT Pertamina mendukung usulan ini. “Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga BBM, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses energi yang adil dan terjangkau,” ujar Fakhiri.
Penguatan infrastruktur energi di Papua menjadi salah satu prioritas nasional. Namun, realisasi usulan ini masih menunggu kajian teknis dan alokasi anggaran dari Kementerian ESDM serta kesiapan operasional Pertamina. Jika terealisasi, depot BBM baru ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kesenjangan energi antara wilayah barat dan timur Indonesia.