BIAK — Sebanyak 10 siswa asal Kabupaten Biak Numfor resmi diberangkatkan mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun 2026. Pelepasan dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di Hotel Asana Biak, Rabu (1/7/2026).
Para siswa akan menempuh pendidikan menengah di Provinsi Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sebelum didistribusikan ke daerah tujuan, mereka terlebih dahulu bergabung dengan peserta lain di Jayapura, Papua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, membacakan sambutan tertulis Bupati Biak Numfor. Ia menyebut program ini sebagai wujud nyata perhatian negara untuk memastikan anak-anak Papua mendapat pendidikan setara.
“Saya berharap kalian menjadikan ini sebagai peluang yang berharga, sebagai momentum emas untuk merajut masa depan, mengubah jalan hidup, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman kalian,” ujar Kamaruddin di hadapan para siswa dan orang tua.
Ia menambahkan, para peserta tidak sekadar belajar di luar daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta kecil dari Kabupaten Biak Numfor.
Wakil Ketua II DPRK Biak Numfor, Adrianus Mambobo, mengapresiasi pelaksanaan program ADEM. Menurutnya, pemerintah pusat turut mengambil peran dalam upaya mencerdaskan generasi muda di daerah.
“Anak-anak sudah bisa diberangkatkan dengan baik. Itu satu peluang yang luar biasa yang harus kita siap terima dan kita dukung. Kami harap orang tua juga memberikan dukungan terbaik kepada anaknya sendiri,” ucap Adrianus.
Salah satu orang tua siswa asal Pulau Bromsi, Distrik Aimando-Padaido, Moses Koibur, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah. Ia mengaku program ADEM membantu meringankan biaya pendidikan anak-anak dari daerah kepulauan.
“Kami sangat berterima kasih karena sudah membantu dan mengurangi biaya untuk membiayai anak-anak kami. Kami berharap anak-anak tetap bertekun dalam menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelajar,” kata Moses.
Program ADEM merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyasar siswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tujuannya memberi akses pendidikan berkualitas di sekolah-sekolah unggulan di berbagai provinsi di Indonesia.
Pelepasan di Biak Numfor dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nolly CH. Ayomi, serta para orang tua siswa. Seluruh peserta akan menjalani masa adaptasi sebelum memulai tahun ajaran baru di sekolah tujuan masing-masing.