JAYAPURA — Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengusulkan percepatan pembangunan sembilan ruas jalan strategis kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua.
Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa (7/7). Menurut Gubernur Fakhiri, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, serta menekan biaya logistik yang masih tinggi.
"Konektivitas Papua, khususnya jalur darat, sangat penting untuk membuka akses ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, pihaknya mengajukan dukungan penanganan sembilan ruas jalan strategis yang tersebar di sejumlah kabupaten. Ruas tersebut meliputi Sumberbaba–Dawai di Kabupaten Kepulauan Yapen, Botawa–Koweda–Barapasi di Kabupaten Waropen, dan Burmeso–Koweda–Barapasi di Kabupaten Mamberamo Raya.
Selain itu, ada pula ruas Waibron–Depapre dan Warumbaim–Berap–Demta di Kabupaten Jayapura, serta Waena–Arso V di Kabupaten Keerom. Dua ruas lainnya yakni Junction–Wardo di Kabupaten Biak Numfor dan Kemiri–Depapre dua jalur di Kabupaten Jayapura, serta Jayapura–Sarmi dua jalur.
"Ruas-ruas tersebut memiliki peran strategis dalam membangun jaringan transportasi darat di kawasan utara Papua dan mendukung akses antardaerah," kata Gubernur Fakhiri.
Gubernur Fakhiri menambahkan, dengan akses jalan yang memadai, masyarakat di kampung akan lebih mudah mengangkut hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan komoditas lokal lainnya dengan biaya yang lebih efisien. Infrastruktur tersebut juga diyakini dapat menekan harga kebutuhan pokok, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi tingginya biaya distribusi.
"Pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, serta menekan biaya logistik yang masih tinggi," ujar Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri.