JAYAPURA — Usulan pergantian nama Distrik Sentani Barat menjadi Distrik Moy di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, tak kunjung terealisasi meski kajian akademiknya sudah selesai sejak tujuh tahun lalu. Naskah akademik yang disusun Institut Penelitian Ilmiah Melanesia itu telah dibahas di DPR Kabupaten Jayapura, namun hingga kini belum mendapat respons dari Pemkab Jayapura.
“Sudah tujuh tahun membuat naskah akademik tentang peraturan nomenklatur Sentani Barat menjadi Moy berdasarkan kajian filosofis, sosiologis dan yuridis sampai sekarang belum ditanggapi pihak eksekutif,” kata Direktur Institut Penelitian Ilmiah Melanesia, Dr. Agus Giay, kepada Jubi di Kantor DPR Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2026).
Secara tradisi dan budaya, wilayah Distrik Sentani Barat masuk dalam wilayah adat Suku Moy. Suku Moy sendiri terbagi menjadi sembilan sub-suku, yaitu Moy Kelin, Moy Klabra, Moy Karon, Moy Lamas, Moy Legin, Moy Maya, Moy Moraid, Moy Salkma, dan Moy Segin.
Dr. Agus Giay menjelaskan, Suku Moy yang dimaksud berbeda dengan Suku Moy di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Bahasa dan budayanya pun tidak sama. “Suku Moy di Distrik Sentani Barat bahasanya lebih mirip dengan Bahasa Nimboran (Genyem) dan Kemtuk Gresi sehingga dari aspek sosiologi dan fisiologi mereka lebih memilih nama Distrik Moy,” ujarnya.
Empat kampung Suku Moy di Distrik Sentani Barat adalah Sabron, Dosai, Waibron, dan Maribu. Satu kampung lagi, Kampung Kendate, berada di tepi Samudera Pasifik dan diapit oleh Distrik Depapre serta Tablanusu. Marga-marga besar di kampung-kampung itu antara lain Yaboisembut, Ayakeding, Bano, Syet, Samonsabar, Boikaway, Yeuw, Andatu, Tonggroitou, Bonyadone, Nasendi, Utbete, Samtay, dan Klembiab.
Anggota DPRD Kabupaten Jayapura dari Fraksi Otsus, Amos Soumilena, membenarkan bahwa pembahasan nomenklatur pergantian nama Distrik Sentani Barat menjadi Distrik Moy sudah dilakukan di tingkat dewan. Namun, pihaknya masih menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Papua melalui Biro Pemerintah sedang menunggu pembahasan dari pihak eksekutif Pemkab Jayapura untuk perubahan nama dari Sentani Barat menjadi Distrik Moy,” kata Agus Giay.
Secara administratif, Distrik Sentani Barat terdiri dari lima kampung: Kampung Dosay, Kampung Maribu, Kampung Sabro Yaru, Kampung Sabron Sari, dan Kampung Waibron. Distrik ini memiliki luas 128,6 km² dengan batas wilayah: utara berbatasan dengan Distrik Nimbokrang, selatan dengan Gresi Selatan, barat dengan Distrik Depapre, dan timur dengan Distrik Waibu.
Belum ada konfirmasi resmi dari Pemkab Jayapura mengenai kapan naskah akademik tersebut akan ditindaklanjuti. Proses pergantian nama distrik ini membutuhkan penerbitan peraturan daerah (perda) sebagai dasar hukumnya.