JAYAPURA — Langkah itu terungkap setelah Plt Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Papua, Barnabas Taygat, bersama delegasi West Sepik Province dan Walsa LLG Investment dari Papua Nugini meninjau langsung lokasi PLBN pada Sabtu (12/7). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi bilateral untuk mempercepat realisasi proyek strategis di kawasan perbatasan.
Menurut Barnabas, keberadaan PLBN ini akan membuka peluang besar bagi pengembangan perdagangan lintas batas dan investasi. Selain itu, mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini diharapkan semakin lancar.
"Kami berharap PLBN Kampung Pund dapat menjadi penggerak pembangunan di kawasan perbatasan, baik dari sisi pelayanan, keamanan, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Barnabas di Jayapura, Selasa.
Pembangunan PLBN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur strategis yang multifungsi. Tidak hanya sebagai pintu keluar-masuk resmi, kompleks ini juga direncanakan menjadi pusat pelayanan masyarakat dan aktivitas ekonomi bagi warga di Distrik Waris dan sekitarnya.
Selama ini, kawasan perbatasan di Kabupaten Keerom masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Papua. Dengan hadirnya PLBN, pemerintah optimistis akan muncul pusat-pusat perdagangan baru yang bisa menyerap tenaga kerja lokal.
Barnabas menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Keerom, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Hal ini penting agar pembangunan PLBN Kampung Pund berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
"Dengan begitu pastinya memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan konektivitas kawasan perbatasan," ujarnya.
Pembangunan PLBN Kampung Pund menjadi salah satu prioritas Pemprov Papua dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Keberhasilannya nanti diharapkan menjadi model bagi pengelolaan perbatasan lain di tanah air.