Kepala BSKDN Kemendagri Dorong Mahasiswa KKN Uncen Hadirkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal di Kepulauan Yapen

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 23:47:31 WIB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo melepas mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih di Kepulauan Yapen.

JAYAPURA — Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengajak mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik di Kepulauan Yapen. Ia ingin mereka menjadi motor penggerak perubahan dengan mengelola potensi lokal secara inovatif.

Yusharto menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama. Pendekatan inovatif terhadap potensi lokal dinilai akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dibandingkan program yang berjalan sendiri-sendiri.

KKN Bukan Sekadar Kewajiban Akademik

Dalam sambutannya, Yusharto menegaskan bahwa KKN adalah ruang implementasi ilmu pengetahuan. Mahasiswa dituntut mampu menjawab tantangan pembangunan nyata yang dihadapi masyarakat di kampung-kampung.

"Pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan," ujar Yusharto dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Mengapa Kearifan Lokal Jadi Kunci?

Yusharto menekankan bahwa potensi lokal yang dikelola dengan pendekatan inovatif akan menghasilkan dampak berkelanjutan. Hal ini relevan dengan karakteristik Kepulauan Yapen yang memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam khas.

Ia mendorong mahasiswa untuk menggali kearifan lokal dan mengemasnya dalam program ekonomi kreatif. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pelepasan mahasiswa KKN Uncen ini menandai dimulainya program pengabdian di sejumlah kampung di Kepulauan Yapen. BSKDN Kemendagri berharap inovasi yang lahir dari KKN bisa direplikasi oleh daerah lain di Papua.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat menjadi kunci agar program tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke kampus. Yusharto meminta agar hasil kerja mahasiswa diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: daerah.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top