Pemkab Kepulauan Yapen Luncurkan Gerakan Genting di Distrik Ambai, Target Percepatan Penurunan Stunting Lewat Program Orang Tua Asuh

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:28:31 WIB
Penjabat Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, menyerahkan bantuan pangan kepada keluarga berisiko stunting dalam peluncuran Gerakan Genting di Distrik Ambai.

JAYAPURA — Pelaksanaan Gerakan Genting di Distrik Kepulauan Ambai resmi dimulai pada Kamis (16/7) dengan sosialisasi dan penyaluran bantuan dari Puskesmas Reradumpi. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tugas pemerintahan, melainkan tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat.

Apa Saja Bantuan yang Diberikan untuk Keluarga Berisiko Stunting?

Bantuan yang disalurkan mencakup makanan pendamping ASI (MPASI), susu sesuai kelompok usia, telur, kacang hijau, gula, serta bahan pangan bergizi lainnya. Sasaran utama program ini adalah keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah dua tahun (baduta), dan balita yang terindikasi berisiko stunting.

Mengapa Program Ini Melibatkan Seluruh Perangkat Daerah?

Cyfrianus menekankan bahwa penurunan angka stunting tidak bisa dibebankan hanya pada sektor kesehatan. Keberhasilan program membutuhkan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, badan usaha milik daerah (BUMD), dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Karena itu, setiap pimpinan OPD dan BUMD ditugaskan menjadi orang tua asuh bagi ibu hamil dan menyusui.

"Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan demi memastikan anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat," ujar Cyfrianus dalam siaran pers di Jayapura, Jumat.

Pendampingan Tak Sekadar Bagi-bagi Sembako

Selain penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan Gerakan Genting juga diisi dengan serangkaian intervensi kesehatan. Tenaga kesehatan melakukan pengukuran ulang tinggi dan berat badan balita, memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara penyusunan MPASI yang benar, memantau sanitasi lingkungan, serta mengevaluasi pertumbuhan anak secara berkala.

Cyfrianus menambahkan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun merupakan fondasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. "Anak-anak yang didampingi hari ini adalah generasi yang akan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)," katanya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen berharap angka stunting di Distrik Kepulauan Ambai dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top