Antrean BBM di SPBU Sumatera Mulai Terurai, Pertamina dan BPH Migas Turun Tangan

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:05:31 WIB
Petugas Pertamina memantau proses pengisian BBM di SPBU Medan yang mulai kembali normal.

PAPUA — Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menyatakan pihaknya terus mengawal langsung proses normalisasi distribusi yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera. “Kami memastikan setiap titik distribusi berjalan lancar, terutama di jalur-jalur utama yang padat kendaraan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Medan.

Penyebab Antrean dan Titik Kritis

Antrean panjang terjadi akibat gangguan pasokan di beberapa depot BBM di wilayah Sumatera bagian utara. Salah satu penyebabnya adalah cuaca buruk yang menghambat proses bongkar muat kapal pengangkut BBM. Akibatnya, sejumlah SPBU kehabisan stok solar dan pertalite selama dua hingga tiga hari.

Titik kritis paling parah berada di jalur lintas Sumatera, khususnya di daerah Medan, Aceh, dan Lampung. Di lokasi-lokasi ini, kendaraan roda empat dan truk logistik harus mengantre hingga dua jam hanya untuk mengisi bahan bakar.

Langkah Pertamina: Tambah Kuota dan Pasokan Darurat

Pertamina Patra Niaga merespons dengan menambah kuota pengiriman BBM ke SPBU yang terdampak. Perusahaan juga mengerahkan mobil tangki tambahan untuk suplai darurat ke titik-titik yang paling kritis. “Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada agar pasokan kembali normal dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” kata Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera, Taufikurachman.

Selain itu, Pertamina mengoptimalkan kerja sama dengan BPH Migas untuk memantau distribusi secara real-time. Data stok di setiap depot kini diperbarui setiap jam untuk mencegah keterlambatan pengiriman.

Dampak ke Masyarakat dan Pengusaha

Antrean BBM tidak hanya merugikan pengendara pribadi, tetapi juga pelaku usaha mikro dan kecil. Sopir angkutan umum dan truk pengangkut sembako mengaku kehilangan pendapatan karena waktu tempuh menjadi lebih panjang. “Biasanya sekali jalan tiga jam, sekarang bisa lima jam karena ngantre bensin,” keluh seorang sopir truk di SPBU Medan.

BPH Migas memastikan bahwa situasi ini tidak akan mengganggu pasokan BBM untuk sektor prioritas seperti layanan kesehatan dan logistik pangan. Pasokan untuk rumah sakit dan distributor sembako tetap diutamakan.

Hingga berita ini ditulis, sebagian besar SPBU di Sumatera sudah kembali melayani pembelian normal. Pemerintah dan Pertamina berjanji akan mengevaluasi sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top