DEKAI — Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Yahukimo, dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Papua menggelar operasi penegakan hukum di kawasan Logpon, KM 4, Distrik Dekai, Jumat (17/7) dini hari. Operasi berlangsung sekitar pukul 05.45 WIT dan berujung kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang berlindung di sebuah rumah persinggahan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa seluruh tindakan di lapangan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Operasi ini dilaksanakan berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh petugas di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).
Berdasarkan hasil identifikasi di RSUD Dekai, tiga anggota KKB yang tewas adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Mereka merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, kelompok yang dipimpin oleh DPO Ronal Heluka.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. "Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat," kata Yusuf.
Dari lokasi kejadian, tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan, antara lain tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua kapak, dua senjata tajam berupa pisau panjang, satu unit handy talky (HT) Icom, satu buah peredam senjata, dan tujuh unit telepon genggam berbagai merek.
"Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh," ucap Yusuf. Ketiga jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai, sementara barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Yahukimo.
Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM guna dimintai keterangan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran dan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata yang menjadi sasaran operasi.
Sebelumnya, dalam operasi yang sama di wilayah Yahukimo, petugas juga telah mengamankan empat orang lain yang memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, yakni HH, KG, EH, dan AS. Seluruhnya saat ini masih menjalani proses hukum.
Yusuf merinci bahwa kelompok yang dipimpin DPO Ronal Heluka diduga terlibat dalam setidaknya delapan aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022. Beberapa di antaranya adalah pembunuhan personel Kodim 1715/Yahukimo, Pratu Eka Yohan Kaize pada 3 Desember 2022; penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai pada 26 Mei 2023; pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo pada 28 Januari 2025; hingga pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang pada 19 Mei 2026.
"Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil," tutup Yusuf.