PAPUA — Keputusan FIFA untuk menggelar partai puncak di Amerika Serikat terbukti membawa konsekuensi keamanan tingkat tinggi. Trump tiba di Stadion New York sekitar 45 menit sebelum kick-off menggunakan helikopter kepresidenan Marine One, didampingi Ibu Negara Melania Trump.
Kehadiran kepala negara tuan rumah bukan tanpa dampak. Reuters melaporkan, penonton, awak media, dan petugas stadion harus bersabar dengan antrean panjang untuk bisa memasuki area stadion.
Dua hari sebelum laga final, FIFA sudah mengirimkan imbauan khusus kepada para jurnalis. Mereka diminta datang enam jam lebih awal dari kick-off. Penutupan jalan di sekitar stadion pun mulai berlaku 150 menit sebelum pertandingan dimulai.
Setelah tiba, Trump dan Melania langsung menuju bangku VIP yang telah dipasangi kaca anti-peluru. Duduk di sampingnya adalah Presiden FIFA Gianni Infantino. Bukan hanya Trump, deretan pemimpin dunia lain juga hadir memenuhi tribun kehormatan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, hingga Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia turut menyaksikan laga. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez serta Presiden RFEF Rafael Louzan juga terlihat hadir.
Satu momen menarik terjadi saat lagu kebangsaan AS diputar. Trump sempat ditampilkan di layar videotron stadion. Sambutan pun terbelah: sebagian penonton bersorak, tetapi cemoohan juga terdengar jelas.
Meski begitu, reaksi bermusuhan kali ini dinilai tidak separah yang pernah ia terima di ajang olahraga lain selama masa kepresidenannya. Prosedur keamanan super ketat tampaknya berhasil meredam potensi gangguan yang lebih besar.