BIAK — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga ke kampung-kampung terpencil dan wilayah kepulauan. Asisten II Sekda Kabupaten Biak Numfor Otto PM Wanggai menekankan bahwa pemantauan wilayah setempat (PWS) tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.
"PWS membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat," ujar Otto di Biak, Jumat.
Otto menjelaskan ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh semua tenaga kesehatan di Biak Numfor. Pertama, penguatan lintas sektor agar penanganan masalah kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kedua, peningkatan deteksi dini penyakit melalui upaya promotif dan preventif. Ketiga, pemanfaatan layanan kesehatan yang sudah tersedia secara maksimal.
"Ketiga hal ini sangat berperan untuk menjadikan Kabupaten Biak Numfor yang tangguh, sehat dan bebas ancaman penyakit," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Daud Nathaniel Duwiri menyebut jajarannya mengabdi tanpa lelah selama 24 jam sebagai bukti kehadiran negara. Pelayanan tidak hanya menyasar kampung-kampung di daratan utama, tetapi juga wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau.
"Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan lintas instansi untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat," kata Daud.
Rapat koordinasi advokasi dan sosialisasi pencegahan penyakit di Kabupaten Biak Numfor berlangsung selama dua hari, 23-24 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 150 peserta yang merupakan perwakilan dari 21 Puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kepala distrik, dan mitra kerja kesehatan di Biak Numfor.
Menurut Otto, sosialisasi dan advokasi semacam ini dapat mendorong strategi penanganan yang semakin terarah. Sinergi antar instansi pun diharapkan semakin solid ke depannya.