PAPUA — Honda Jazz — atau Fit di Amerika — sudah lama tidak dijual di Indonesia. Namun di Eropa, mobil ini masih bertahan dan baru mendapat pembaruan untuk model 2026. Jurnalis otomotif Jerry Perez dari The Drive menguji Jazz e:HEV Crosstar Advance selama akhir pekan balap Formula 1 Inggris. Hasilnya: hatchback irit ini belum mati.
Jazz e:HEV dibekali mesin 1.500 cc empat silinder dengan sistem hybrid dua motor. Total tenaga mencapai 122 dk dan torsi 187 Nm — jauh lebih besar dari Jazz generasi pertama yang hanya 105 lb-ft. Bobot naik 209 pon menjadi 2.760 pon, namun akselerasi lebih responsif berkat dorongan torsi listrik saat keluar tikungan.
Transmisi eCVT bekerja mulus tanpa perpindahan gigi yang mengganggu. Perez mencatat: mobil ini tidak lagi dilengkapi paddle shifter, dan itu justru membuat pengalaman berkendara lebih rileks. Di jalan tol Inggris, Jazz melaju stabil di 70 mph dengan kabin senyap.
Salah satu kejutan terbesar adalah ruang kabin. "Jazz terasa seperti Odyssey versi mini," tulis Perez. Kaca depan besar dan posisi duduk tinggi memberikan visibilitas 360 derajat. Kursi berbahan kain dengan pemanas dan penyangga pinggang manual terasa jauh lebih nyaman dibanding kursi Jazz 2007 miliknya.
Sayangnya, interior masih mengusung pendekatan fungsional. Layar sentuh 9 inci cukup, tapi port USB yang tersedia masih tipe A — bukan USB-C. Perez sempat kesulitan mengisi daya iPhone karena tidak membawa adapter. Kluster instrumen digital juga terlihat sangat dasar, mengingatkan pada layar motor.
Rute dari Gatwick ke Silverstone dipenuhi jalan pedesaan sempit yang berliku. Jazz menunjukkan kemampuan menikung yang cukup baik. Suspensi tidak terlalu empuk, sehingga body roll terkendali. Perez mengaku mobil ini tidak dirancang sebagai mobil pengemudi, tapi tetap memberikan kesenangan saat memacu di tikungan — terutama dengan bantuan torsi instan dari motor listrik.
Namun untuk pasar Amerika, Jazz dianggap tidak cocok. Honda resmi menghentikan penjualan Fit di AS pada 2020 karena HR-V dan Civic Hatchback mengambil alih peran sebagai model entry-level. "Civic Hatchback sekarang menjual hampir dua kali lipat dibanding Fit," kata juru bicara Honda.
Setelah menempuh hampir 400 mil (644 km) dengan perbandingan 70 persen tol dan 30 persen kota, indikator bensin masih menunjukkan sisa setengah tangki. Perez memperkirakan Jazz bisa mencapai klaim pabrik 62 mpg — setara 700 mil per tangki penuh. Angka ini jauh di atas Jazz generasi pertamanya yang hanya 30 mpg.
Bobot hanya naik 209 pon dalam 20 tahun, membuktikan efisiensi tidak harus mengorbankan bobot. Namun harga £31.795 (Rp 508,7 juta) terasa mahal. Sebagai perbandingan, Honda Civic Sport e:HEV di Inggris dibanderol £35.995 (Rp 575 juta).