Surplus 561.750 Butir Telur Per Hari di Empat Kabupaten Papua, Pemprov Pastikan Pasokan untuk Program MBG Aman

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 10:00:31 WIB
Produksi telur ayam di empat kabupaten di Papua mencapai surplus 561.750 butir per hari.

JAYAPURA — Empat kabupaten di Provinsi Papua kini mencatatkan produksi telur ayam yang melebihi konsumsi harian warga. Berdasarkan data terkini, populasi ayam petelur di wilayah itu naik 28,8 persen, dari 582.700 ekor pada 2025 menjadi 750.679 ekor pada Juni 2026. Hasilnya, kapasitas produksi menembus 561.750 butir telur per hari.

Empat Daerah Penyangga Pasokan Telur di Papua

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami menjelaskan, produksi telur terkonsentrasi di empat daerah yang masih satu daratan, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi. Wilayah ini dikenal dengan sebutan Tanah Tabi.

"Jadi keempat wilayah tersebut kami kenal dengan nama wilayah Tanah Tabi karena masih satu daratan yang sama," kata Utami di Jayapura, Selasa.

Stok Aman untuk Program MBG dan Kebutuhan Harian

Surplus produksi ini, menurut Utami, turut dipengaruhi oleh tren nasional di mana kelebihan pasokan telur mencapai sekitar 13 persen. Kondisi itu berdampak langsung pada harga telur yang cenderung turun di Papua.

"Dengan kondisi tersebut, kami meyakini stok telur di Papua sangat cukup, baik untuk memenuhi kebutuhan Program MBG maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Prioritas Telur Lokal untuk Satuan Pelayanan Gizi

Pemprov Papua meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengutamakan telur produksi lokal sebagai bahan baku utama program MBG. Syaratnya, telur tersebut harus memenuhi standar harga, kualitas, dan mutu yang telah ditetapkan.

"Kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam melindungi peternak lokal sekaligus memastikan program nasional memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Papua," kata Utami.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: m.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top