Pemkab Asmat Minta Pemprov Papua Selatan Lanjutkan Jalan Agats-Ewer, Butuh Rp100 Miliar untuk Jembatan Kali Bet

Penulis: Toni Haryadi  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:08:01 WIB
Bupati Asmat menyampaikan permohonan lanjutan pembangunan jalan Agats-Ewer kepada Gubernur Papua Selatan.

EWER — Pembangunan infrastruktur konektivitas di Kabupaten Asmat masih menyisakan pekerjaan rumah yang tak kunjung rampung. Jalan dan jembatan yang menghubungkan ibu kota kabupaten, Agats, menuju kawasan Bandara Ewer disebut belum sepenuhnya selesai, sehingga mobilitas warga masih bergantung pada moda transportasi sungai.

Ketergantungan pada speedboat itu kerap menjadi persoalan pelik saat gelombang tinggi atau hujan deras melanda. Aktivitas warga menuju bandara maupun distribusi logistik otomatis terhambat. Padahal, Bandara Ewer merupakan pintu masuk utama ke Asmat.

Kondisi inilah yang mendorong Pemkab Asmat untuk meminta intervensi anggaran dari pemerintah provinsi. Bupati Thomas Eppe Safanpo secara langsung menyampaikan permohonan itu kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat acara penyerahan hibah Dermaga dan Terminal Penyeberangan Ewer–Agats pada Jumat (31/7/2026) lalu.

Jembatan Kali Bet Jadi Pekerjaan Terberat

Dalam kesempatan tersebut, Thomas Safanpo mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan proyek ini mencapai sekitar Rp100 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk menyambungkan ruas jalan yang terputus, termasuk membangun bentangan jembatan yang melintasi Kali Bet.

“Kami memohon dukungan Bapak Gubernur beserta Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan agar pembangunan jalan dan jembatan Agats-Ewer dapat dilanjutkan. Kalau bisa dibiayai melalui APBD Provinsi tahun 2027, kami sangat bersyukur,” kata Thomas Safanpo di hadapan Gubernur.

Ia menambahkan, rancangan jalan tersebut nantinya akan terhubung langsung hingga ke kawasan Pelabuhan Ewer. Dengan begitu, konektivitas darat dan laut di wilayah pesisir selatan Papua ini bisa terintegrasi dalam satu kesatuan sistem transportasi.

Manfaat yang Ditunggu Warga

Kehadiran akses darat ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan menyangkut hajat hidup warga sehari-hari. Selama ini, perjalanan dari Agats menuju Bandara Ewer hanya bisa ditempuh melalui sungai menggunakan speedboat. Ketika cuaca memburuk, aktivitas itu berhenti total.

“Kalau jembatan ini selesai, masyarakat akan lebih mudah menuju Ewer menggunakan kendaraan sehingga tidak terlalu terdampak kondisi cuaca di sungai,” ujarnya.

Thomas Safanpo juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi dibandingkan daerah lain di Papua Selatan. Ia berharap dukungan pemprov tidak hanya berhenti pada proyek jalan, tetapi juga percepatan pelayanan dasar di wilayahnya.

Dermaga Hibah Jadi Bukti Sinergi

Di sisi lain, Pemkab Asmat mengapresiasi penyelesaian pembangunan Dermaga dan Terminal Penyeberangan Ewer–Agats. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi Papua Selatan pada masa Apolo Safanpo masih menjabat sebagai Penjabat Gubernur, dan kini telah dihibahkan kepada pemerintah kabupaten.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Asmat dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Papua Selatan terhadap pembangunan infrastruktur di Asmat, meski saat ini pemerintah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran,” pungkas Thomas Safanpo.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top