Hands-on Suzuki e Vitara di GIIAS 2026: EV Pertama Suzuki yang Layak Jadi Pertimbangan Serius

Penulis: Reza Maulana  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:24:31 WIB
Pengunjung mencoba Suzuki e Vitara pada sesi test drive di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang.

PAPUAGIIAS 2026 yang berlangsung hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang, bukan sekadar pameran mobil statis. Suzuki Indonesia membuka kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung performa jajaran produk terbarunya, termasuk mobil listrik pertamanya, e Vitara. Kami menyempatkan diri untuk mencoba EV ini di area test drive yang disediakan penyelenggara, dengan rute terbatas dan batas kecepatan maksimal 40 km/jam.

Perlu dicatat, sesi singkat ini bukanlah pengujian penuh. Namun, beberapa karakter dasar dari e Vitara sudah bisa terpetakan, terutama soal responsivitas dan kenyamanan berkendara di kecepatan rendah—skenario yang paling relevan untuk penggunaan di perkotaan Indonesia.

Posisi Suzuki e Vitara di GIIAS 2026: Bukan Sekadar Pemanis Panggung

Di tengah lini mobil konvensional seperti Ertiga, XL7, dan Fronx yang juga tersedia untuk dicoba, kehadiran e Vitara menjadi daya tarik utama. Suzuki sepertinya ingin menunjukkan bahwa mereka serius memasuki era elektrifikasi, tidak hanya dengan model mild hybrid atau hybrid biasa, tetapi juga full BEV (Battery Electric Vehicle).

Ini langkah berani. Di segmen SUV listrik, e Vitara akan berhadapan dengan kompetitor yang sudah lebih dulu mapan. Namun, dari sekadar inspeksi visual dan duduk di dalam kabin, kualitas material dan kelapangan ruangnya terasa solid, mengikuti standar yang biasa ditawarkan Suzuki pada model SUV mereka.

Kesan Berkendara Pertama: Senyap, Responsif, dan Mudah Dikendalikan

Pengalaman pertama menginjak pedal gas e Vitara langsung terasa berbeda dari mobil bensin. Karakter tenaga instan dari motor listrik membuat akselerasi dari posisi diam terasa ringan dan langsung, terasa sangat membantu saat bermanuver di area padat seperti pameran. Kemudi terasa ringan namun tetap presisi, dan posisi berkendara yang tinggi memberikan visibilitas yang baik ke depan.

Kabinnya juga sangat senyap. Tidak ada suara mesin sama sekali, hanya sedikit dengung halus dari motor listrik yang nyaris tak terdengar. Ini adalah poin plus besar untuk kenyamanan di perkotaan yang macet. Remnya pun terasa progresif, dan kami sempat merasakan efek deselerasi dari sistem pengereman regeneratif yang bekerja halus, tidak membuat kepala penumpang terangguk-angguk.

Antusiasme Pengunjung Tinggi, Ini Saran Biar Test Drive Maksimal

Antusiasme pengunjung untuk mencoba mobil listrik ini sangat tinggi. Berdasarkan pantauan di lokasi, area test drive dipadati pengunjung yang ingin merasakan sensasi berkendara EV. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan bahwa kegiatan ini disiapkan untuk memberi pengalaman nyata kepada calon konsumen.

"Melalui kegiatan test drive dan test ride ini, Gaikindo ingin memastikan pengunjung mendapatkan, pengalaman berkendara ini menjadi bahan pertimbangan bagi calon konsumen sebelum memilih kendaraan impian mereka," ujar Anton di lokasi pameran.

Jika Anda berencana mencoba, datanglah di siang hari. Berdasarkan saran penyelenggara dan pengalaman kami, sore hari dan akhir pekan adalah waktu terpadat. Anda juga wajib membawa SIM A yang masih berlaku dan melakukan pendaftaran digital terlebih dahulu sebelum mengikuti sesi uji coba.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski impresif, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Pertama, rute test drive yang pendek dan batas kecepatan 40 km/jam tidak cukup untuk menguji performa di kecepatan tinggi, stabilitas di tikungan tajam, atau efisiensi konsumsi energi sesungguhnya. Anda harus mencari review jangka panjang dari media lain untuk data tersebut.

Kedua, sebagai produk baru, jaringan layanan purna jual khusus EV dan ketersediaan baterai masih menjadi pertanyaan besar bagi konsumen Indonesia. Pastikan Anda menanyakan detail garansi baterai dan biaya perawatannya ke tenaga penjual di booth Suzuki, karena ini akan sangat memengaruhi biaya kepemilikan dalam jangka panjang.

Kesimpulan Awal: Menjanjikan, Tapi Butuh Riset Lebih Dalam

Kesan pertama dari Suzuki e Vitara sangat positif. Ia terasa seperti mobil yang matang, nyaman, dan mudah dikendarai untuk pasar Indonesia. Namun, keputusan membeli mobil listrik tidak bisa didasari hanya dari test drive 15 menit di area pameran. Faktor seperti jarak tempuh riil, infrastruktur pengisian daya di sekitar rumah Anda, dan biaya depresiasi harus jadi bahan pertimbangan utama.

Untuk saat ini, e Vitara adalah bukti bahwa Suzuki tidak ingin tertinggal dalam perlombaan EV. Ia layak masuk daftar tunggu Anda jika mencari SUV listrik, tetapi jangan buru-buru membayar DP sebelum riset menyeluruh dilakukan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: otomotif.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top