Festival Kopi Papua 2026 di Jayapura Catat Omzet UMKM Rp 1,12 Miliar, Transaksi QRIS Tembus Rp 706 Juta

Penulis: Udin Syamsul  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:58:02 WIB
Perputaran uang di Festival Kopi Papua ke-9 Tahun 2026 di Jayapura mencapai Rp1,12 miliar dari transaksi UMKM.

JAYAPURA — Perputaran uang di Festival Kopi Papua ke-9 Tahun 2026 tidak hanya berasal dari penjualan langsung. Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Warsono mengungkapkan, ajang yang digelar di Kota Jayapura itu juga menghasilkan kesepakatan bisnis atau business matching senilai Rp 2.455.000.000.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Feskop Papua tidak sekadar menjadi ruang pameran, melainkan telah berfungsi sebagai katalis perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bumi Cenderawasih.

60 UMKM Serap Ribuan Pengunjung Selama Tiga Hari

Warsono menyebutkan, festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 60 UMKM dari sektor kopi, makanan dan minuman (F&B), serta kerajinan dan fesyen. Kehadiran mereka berhasil menyedot perhatian ribuan warga Jayapura dan sekitarnya.

"Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 mencatat sejumlah capaian yang membanggakan, salah satunya omzet transaksi UMKM mencapai Rp1.126.558.000," ujar Warsono di Jayapura, Selasa.

Promosi Kopi Papua Tembus Pasar Amerika dan Asia

Di luar transaksi domestik, BI Papua juga mendorong kopi asal daerah ini menembus pasar internasional. Warsono menjelaskan, promosi telah dilakukan melalui tiga ajang dagang bergengsi, yaitu World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkenalkan cita rasa kopi Papua kepada pembeli global, sekaligus meningkatkan posisi tawar petani di rantai pasok komoditas.

Sinergi Keberlanjutan: Dari Digitalisasi hingga Pembiayaan

Warsono menambahkan, kolaborasi dan jejaring yang terbentuk selama festival diharapkan menjadi fondasi untuk tindak lanjut jangka panjang. BI Papua berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk mengembangkan UMKM lokal.

"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang lebih luas," kata dia.

Fokus pada digitalisasi menjadi perhatian utama mengingat adopsi QRIS di kalangan pedagang kecil dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas jangkauan pembeli, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Papua.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top