WAMENA — Gubernur Papua Pegunungan John Tabo memastikan kopi dari Kabupaten Yahukimo dan Lanny Jaya telah masuk ke Koperasi Provinsi Papua Pegunungan untuk diolah lebih lanjut. Kopi dari Distrik Kurima dan Tangma itu kini tengah melalui proses penjemuran sebelum diproses menjadi bubuk kopi yang siap dipasarkan ke dalam dan luar daerah.
"Kopi dari Kurima dan Tangma Kabupaten Yahukimo dan Tolikara telah didistribusikan ke Koperasi Provinsi Papua Pegunungan. Dan saat ini kopi-kopi itu dalam proses penjemuran, kemudian dilanjutkan ke tahapan selanjutnya," kata John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu.
Dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan, baru dua daerah yang mengirimkan kopi ke koperasi provinsi. Enam kabupaten lain—Jayawijaya, Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Mamberamo Tengah, dan Tolikara—belum menyalurkan hasil perkebunan mereka untuk diolah lebih lanjut.
Koperasi provinsi yang dikelola Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Papua Pegunungan telah dilengkapi rumah pengeringan dan mesin pengolahan kopi berkapasitas produksi biji kopi menjadi serbuk siap jual. John Tabo mengaku telah meninjau langsung fasilitas pengeringan tersebut.
"Saya sendiri sudah melihat rumah pengeringan kopi yang dibuat oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Papua Pegunungan untuk dapat mengeringkan biji kopi secara maksimal sebelum diolah lebih lanjut," ujarnya.
Koperasi Provinsi Papua Pegunungan disebut telah siap menampung hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dari seluruh kabupaten. Warga yang memiliki hasil bumi sesuai kriteria dapat membawanya langsung ke koperasi, dan pihak pengelola akan membeli dengan harga pasaran yang baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
John Tabo telah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk membantu pendanaan dan pembibitan kopi di seluruh wilayah Papua Pegunungan. Langkah ini menyusul temuan kelompok tani kopi binaan di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, yang telah mengembangkan bibit kopi lokal.
"Saya perintahkan OPD teknis untuk mendorong pengembangan kopi di daerah itu dan wilayah lainnya sehingga kopi-kopi di Papua Pegunungan dapat dikirim ke luar Papua Pegunungan maupun luar negeri," katanya.
Pengolahan kopi di koperasi provinsi ini menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong hilirisasi hasil perkebunan masyarakat. Dengan fasilitas mesin penggilingan yang telah tersedia, harga jual biji kopi diharapkan meningkat dibandingkan penjualan dalam bentuk mentah.